Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara mencapai 1.178 jiwa.
“Per hari ini, Selasa 6 Januari, ini masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah korban meninggal dunia satu jiwa, sehingga total korban per hari ini itu menjadi 1.178 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui laman akun YouTubenya pada Selasa, 6 Januari 2026.
“Atas nama pemerintah pusat dan daerah, kami menyampaikan simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kita semua mendoakan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” terusnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika total warga yang masih mengungsi saat ini tercatat sebanyak 242.174 jiwa.
Baca Juga: BNPB Catat Pengungsi Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Capai 242 Ribu Jiwa
“Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan dan akan berlanjut hingga evaluasi masa tanggap darurat tingkat provinsi pada akhir perpanjangan ketiga, yang dijadwalkan pada 8 Januari,” ujarnya.
Lebih lanjut, BNPB mencatat jumlah korban jiwa paling banyak berada di Provinsi Aceh dengan total 543 jiwa.
“Korban yang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebanyak 74 jiwa,” bebernya.
Untuk data pengungsian, lanjutnya Aceh menjadi provinsi dengan jumlah pengungsi tertinggi, mencapai 217.780 jiwa.
Sedangkan, di Kabupaten Aceh Tamiang mencatat angka pengungsi terbanyak dengan 74.735 jiwa, disusul Aceh Utara sebanyak 67.876 jiwa, serta Gayo Lues dengan 19.906 jiwa.
Abdul Muhari menjelaskan, jumlah pengungsi secara keseluruhan menunjukkan tren penurunan sejak mencapai puncaknya pada 8 Desember lalu.
“Penurunan ini seiring dengan membaiknya proses pencarian dan pertolongan serta berkurangnya jumlah korban yang masih dinyatakan hilang,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews



