Rombongan guru asal Jakarta yang mengalami kecelakaan menabrak truk di Tol Ungaran diketahui hendak melayat ke wilayah Bawen, Kabupaten Semarang. Dalam insiden tersebut, satu orang meninggal dunia, yakni kepala sekolah.
“Infonya mau takziah ke Bawen, rombongan guru-gurunya,” ujar Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, Selasa (6/1).
Lingga menyampaikan, hingga siang hari masih ada lima orang guru yang menjalani perawatan di rumah sakit. Seluruh korban dirujuk ke RS Elizabeth, Kota Semarang.
“Masih dirawat, update tadi siang lima orang dirujuk ke Elizabeth,” jelasnya.
Terkait penyebab kecelakaan, Lingga mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Namun, terdapat indikasi sopir minibus mengantuk saat mengemudi.
“Masih dalam penyelidikan, tapi indikasinya sopir mengantuk. Sopir juga masih dalam perawatan di RS Elizabeth Semarang,” kata Lingga.
Insiden maut tersebut terjadi di Tol Jalur A KM 426.400 sekitar pukul 05.20 WIB. Rombongan guru menaiki mobil Toyota Hiace dan melaju dari arah Kota Semarang menuju Bawen.
Sesampainya di lokasi kejadian, sopir Hiace diduga kurang konsentrasi sehingga kendaraan menabrak truk crane yang melaju searah di depannya.
Akibat kecelakaan itu, satu penumpang Hiace bernama Terodius Heru Sucahya (57 tahun), kepala sekolah asal Jakarta Utara, meninggal dunia. Korban mengalami luka berat di bagian kepala.
Selain korban meninggal, enam penumpang lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis, yakni:
Ignasius Suharno (45), guru asal Kalibawang, Kulonprogo, mengalami luka sobek di bagian belakang kepala.
Antonius Yuwono Trisunu (42), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri pada dada sebelah kiri.
Brigita Putri Milo Deru (36), guru asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami luka sobek di mulut serta hidung mengeluarkan darah.
Silva Ditya (46), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri gerak pada tangan kiri serta luka sobek di pipi kiri.
Sundari (56), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri gerak pada tangan kiri.
Imanuel Kotan (35), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri pada dada.





