Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara Venezuela. Hal ini diklaim usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), Presiden Donald Trump akan bertemu dengan para eksekutif minyak AS pada Jumat (9/1) besok untuk membahas rencana sektor minyak Venezuela. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut keputusan otoritas sementara Venezuela tentu akan didikte AS.
"Jelas kami memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara di Venezuela saat ini," kata Leavitt dalam sebuah konferensi pers.
"Kami terus berkoordinasi erat dengan otoritas sementara, dan keputusan mereka akan terus didikte oleh Amerika Serikat," tambahnya.
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa AS akan "menjalankan" Venezuela setelah penangkapan Maduro, meskipun tidak memiliki pasukan di lapangan di sana.
Pada kenyataannya, Washington tampaknya mengandalkan blokade angkatan laut terhadap ekspor minyak Venezuela, dan ancaman potensi penggunaan kekuatan lebih lanjut, untuk memastikan kerja sama presiden sementara Delcy Rodriguez.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara terpisah menegaskan pada hari Rabu, setelah mendapat kritik dari para anggota parlemen, bahwa Amerika Serikat memang memiliki rencana setelah menggulingkan pemimpin Venezuela.
"Intinya adalah, kami telah membahas perencanaan tersebut secara rinci dengan mereka. Kami telah menjelaskannya kepada mereka. Bahkan, ini bukan sekadar improvisasi," katanya kepada wartawan setelah bertemu dengan para anggota parlemen di Capitol Hill.
Rencana AS sejauh ini mencakup apa yang dikatakan Trump pada hari Selasa sebagai kesepakatan-yang belum dikonfirmasi oleh Caracas-bagi Venezuela untuk menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak kepada AS.
Ia juga mengatakan perusahaan minyak AS akan berinvestasi di fasilitas Venezuela yang sedang runtuh, meskipun belum ada perusahaan yang memberikan janji tersebut.
"Pertemuan akan diadakan pada hari Jumat, dan itu hanya pertemuan untuk membahas, tentu saja, peluang besar yang ada di hadapan perusahaan-perusahaan minyak ini saat ini," kata Leavitt kepada wartawan.
(azh/azh)





