PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menjadikan pembentukan anak usaha baru sebagai tumpuan ekspansi bisnis pelayaran pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya. Strategi ini ditempuh untuk memperluas cakupan operasional perseroan di segmen pelayaran sebagai bagian dari pengembangan bisnis jangka menengah dan panjang.
Direktur PT Soechi Lines Tbk Paula Marlina mengatakan perseroan mulai merealisasikan strategi tersebut sejak akhir 2025 dengan mendirikan dua entitas anak di luar negeri. Kedua entitas tersebut masing-masing adalah Soechi Eternity Maritime Free Zone Company (FZCO) yang berkedudukan di Uni Emirat Arab serta Eternity Ocean Maritime Ltd. yang berlokasi di Marshall Islands.
“Entitas anak akan membutuhkan waktu hingga 1–2 tahun ke depan untuk dapat efektif beroperasi secara komersial,” ujar Paula,dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Perkuat Bisnis Pelayaran, SOCI Bentuk Entitas Anak Baru di Marshall Islands
Pembentukan anak usaha baru ini diarahkan untuk menangkap peluang pertumbuhan di segmen pelayaran, seiring dengan meningkatnya kebutuhan angkutan energi dan komoditas. Sejalan dengan strategi tersebut, SOCI juga memperkuat kapasitas armada melalui akuisisi kapal tanker liquefied natural gas (LNG) dan kapal tanker medium range yang dilakukan sepanjang 2025.
Paula menyampaikan kapal hasil akuisisi tersebut ditargetkan beroperasi dengan tingkat utilisasi penuh pada 2026. Hingga Desember 2025, total armada SOCI terdiri dari kapal tanker dengan kapasitas keseluruhan sekitar 1,4 juta deadweight tonnage (DWT).
Selain memperkuat segmen pelayaran, perseroan tetap mengoptimalkan bisnis galangan kapal. SOCI menargetkan pemeliharaan tingkat utilisasi galangan dengan menangani sekitar 20–30 unit kapal per tahun, sembari memperluas pasar jasa perbaikan dan perawatan kapal.
Dalam menjaga kinerja operasional, SOCI memprioritaskan pemenuhan kontrak penyewaan kapal guna memastikan tingkat utilisasi armada tetap terjaga. Perseroan menerapkan sejumlah langkah operasional, termasuk pengamanan kontrak time charter dalam porsi dominan terhadap total kapasitas armada.
“Pertama, memastikan kontrak time charter mencakup sampai dengan 80%–90% dari total kapasitas DWT armada. Kedua, menjaga utilisasi rata-rata armada kapal pada tingkat sama dengan atau lebih dari 80%,” ujar Paula.
Baca Juga: Soechi Lines (SOCI) Dirikan Anak Usaha Baru di Dubai
Perseroan juga secara rutin melakukan dry docking dan perawatan armada untuk menjaga keandalan operasional kapal. Di sisi lain, SOCI mengoptimalkan manajemen risiko pengoperasian armada, galangan, dan kru kapal dengan menerapkan standar operasional dan mutu yang berlaku.
Paula turut menyampaikan bahwa perseroan mencermati sejumlah risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja, termasuk fluktuasi suku bunga dan nilai tukar. Menurutnya, SOCI secara berkala melakukan analisis atas perubahan kedua faktor tersebut dan dampaknya terhadap operasional perusahaan.
“Perseroan melakukan analisis secara berkala atas perubahan tingkat suku bunga dan fluktuasi kurs, serta dampaknya terhadap operasional,” ujarnya.
Sebagai informasi, hingga kuartal III-2025, SOCI mencatatkan pendapatan sebesar US$118,04 juta atau turun 2,01% secara tahunan. Pada periode yang sama, laba bersih perseroan tercatat menurun 0,73% menjadi US$12,07 juta.



