MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim operasi modifikasi cuaca (OMC) berhasil mengantisipasi potensi cuaca ekstrem pada malam pergantian tahun 2025–2026. Langkah tersebut dinilai efektif dalam menekan intensitas hujan sehingga tidak memicu bencana di Ibu Kota.
Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dengan melibatkan berbagai pihak terkait sebagai upaya mitigasi risiko cuaca ekstrem.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno pun mengapresiasi kinerja BPBD DKI Jakarta yang dinilainya mampu bekerja cepat dan tepat dalam menghadapi potensi hujan lebat di akhir tahun.
“Saya bersyukur dari 28 Desember terjadi hujan, tapi tidak sebesar yang kita khawatirkan. Karena modifikasi cuaca kita berhasil, itu kerja sama yang luar biasa,” ujar Rano di Jakarta, Selasa (6/1).
Baca juga:
Cuaca Ekstrem di Awal 2026, Kepala BMKG Ibaratkan Indonesia ‘Mesin Uap’ Pembentuk Awan Konvektif Tinggi
Kenaikan Temperatur Muka Bumi makin Cepat, Picu Kejadian Cuaca Ekstrem
Rano mengungkapkan, sebelum memasuki penghujung tahun 2025, dirinya sempat melakukan kunjungan ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam kunjungan tersebut, BMKG memaparkan potensi cuaca ekstrem berdasarkan hasil pengamatan dan pemodelan cuaca yang dilakukan.
Dari paparan tersebut, Rano mengaku semakin memahami potensi risiko yang bisa terjadi, sehingga Pemprov DKI segera mengambil langkah antisipatif dengan bersinergi bersama BPBD DKI Jakarta untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca.
Menurutnya, OMC menjadi salah satu instrumen penting dalam pengendalian risiko bencana hidrometeorologi di wilayah perkotaan padat seperti Jakarta.
“OMC dilaksanakan bila debit curah hujan telah melampaui batas atau cukup deras serta berpotensi memicu bencana,” tutup Rano. (Asp)





