Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia

suara.com
1 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan menjelaskan relawan Kemenkes masuk Medan/Aceh lewat Malaysia sebagai strategi logistik karena tiket domestik mahal.
  • Langkah ini diambil karena penerbangan langsung Jakarta ke lokasi terdampak penuh dan biaya tiket domestik melonjak tinggi.
  • Kemenkes telah mengirim sekitar 4.000 tenaga kesehatan secara bertahap sejak pertengahan Desember untuk layanan di posko pengungsian.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alasan relawan Kementerian Kesehatan masuk ke Medan dan Aceh melalui Malaysia. Langkah itu diambil bukan karena melibatkan relawan asing, melainkan sebagai strategi logistik untuk menyiasati mahal dan terbatasnya tiket pesawat domestik.

Penjelasan itu disampaikan Budi saat konferensi pers di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, merespons viralnya relawan berbaju biru yang disebut-sebut datang dari Malaysia.

“Sempat viral karena dibilang pakai baju biru, datangnya dari Malaysia. ‘Wah ini relawan Malaysia datang’. Bukan,” kata Budi di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, relawan tersebut merupakan tenaga kesehatan Kemenkes yang dikirim melalui rute internasional karena penerbangan langsung Jakarta–Medan penuh dan harga tiket melonjak.

“Itu relawan Kemenkes dikirim lewat Malaysia. Karena pesawat Jakarta–Medan penuh, harganya jadi mahal. Akhirnya kita belokkan dulu relawan kita berangkatnya ke Kuala Lumpur, masuk ke Medan atau masuk ke Aceh, karena opsinya bisa lebih murah,” ujar Budi.

Budi menyebut hingga saat ini Kemenkes telah mengirim sekitar 4.000 relawan kesehatan ke wilayah terdampak bencana. Pengiriman dilakukan secara bergelombang dan bergilir setiap dua hingga tiga minggu.

“Kita putar setiap 2–3 minggu, berotasi. Jadi setiap saat ada sekitar 700 sampai 900 relawan kesehatan,” katanya.

Relawan tersebut ditugaskan untuk memberikan layanan kesehatan, terutama di posko-posko pengungsian. Menurut Budi, keterbatasan tenaga kesehatan di daerah terdampak membuat kehadiran relawan menjadi krusial.

“Prioritasnya menjangkau daerah pengungsian atau desa-desa yang terisolasi,” ujarnya.

Baca Juga: Padang Pulih: Menanti Matahari dan Kembali Bangkitnya Ranah Minang

Ia menjelaskan, meski di beberapa wilayah terdapat puskesmas, akses menuju lokasi sering terputus akibat banjir. Kondisi tersebut memaksa relawan menempuh jalur yang tidak biasa.

“Puskesmas mungkin ada, tapi karena banjir jalannya enggak bisa. Mesti pakai sling, pakai rakit, segala macam. Dan itu kita kirim relawan-relawan,” kata Budi.

Relawan Kemenkes disebar ke berbagai kabupaten dan kota sesuai kebutuhan di lapangan. Budi menyebut pengiriman dilakukan sejak pertengahan Desember.

“Batch pertama sekitar 400-an relawan kita kirim pada minggu ketiga dan minggu keempat Desember,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sakit di Tempat Pengungsian, 1 Korban Banjir Pulau Siau Meninggal Dunia
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
Enam Daerah di Sulsel Potensi Hujan Lebat pada 8-10 Januari, Waspadai Banjir dan Longsor
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi Perempuan Menyamar Jadi Pramugari Batik Air demi Tutupi Kebohongan
• 12 jam lalugrid.id
thumb
PDIP Sebut Harga Terlalu Mahal, Jika Pilkada Melalui DPRD Dipaksakan
• 4 jam lalugenpi.co
thumb
Ekspektasi Tak Tercapai di PSM, Bernardo Tavares Wujudkan Talenta Kuat Brasil di Persebaya Surabaya
• 17 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.