MerahPutih.com - Gempa kuat mengguncang prefektur Shimane dan Tottori di Jepang bagian barat dengan kekuatan magnitudo 6,4 di kedalaman 11 kilometer.
Gempa sempat mengganggu layanan kereta cepat Sanyo Shinkansen. Gerbong kereta terpaksa dihentikan antara Stasiun Shin-Osaka dan Hakata akibat pemadaman listrik.
Baca juga:
Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 6,5 Menghantam Meksiko, 2 Tewas
Tidak Picu Peringatan TsunamiMeski demikian, Badan Meteorologi Jepang (JMA) memastikan tidak ada tsunami yang terpantau. Namun, aktivitas seismik masih tinggi dan gempa susulan berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan.
“Ada preseden di sekitar episentrum ini, di mana gempa dengan skala serupa pernah terjadi beruntun setelah gempa besar,” kata Ayataka Ebita, Kepala Divisi Observasi Gempa dan Tsunami JMA, dilansir dari Antara, Selasa (6/1).
Baca juga:
Jepang Cabut Imbauan Megaquake, Minta Warga Tetap Waspada Sepekan setelah Gempa Magnitudo 7,5
Korban dan Kerusakan InfrastrukturPemerintah daerah melaporkan hingga Selasa malam, empat orang terluka di Shimane, satu orang di Tottori, dua orang di Hiroshima, dan satu orang di Okayama.
Gempa susulan tercatat beberapa kali, termasuk M5,1 pada pukul 10.28 dan M5,4 pada pukul 10.37. Kerusakan bangunan terjadi di sejumlah lokasi, seperti plafon runtuh di Balai Kota Yonago, Tottori, serta air keran di kota Nanbu yang berubah keruh dan memengaruhi ribuan warga.
Baca juga:
Gempa Magnitude 7,6 Guncang Wilayah Timur Laut Jepang, 7 Orang Terluka dan 90 Ribu Penduduk Dievakuasi
Sementara itu, Perdana Menteri Sanae Takaichi telah mengeluarkan perintah untuk mendirikan kantor penghubung untuk menangani dampak gempa. Sejumlah ruas jalan tol, termasuk Yonago Expressway dan Sanin Expressway juga sempat ditutup. (*)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4938922/original/005732500_1725702494-Screenshot_20240907_142113_WhatsApp.jpg)
