Pantau - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan bahwa uji coba peluncuran rudal hipersonik yang dilakukan negaranya pada Minggu, 4 Januari 2026, merupakan langkah strategis yang didorong oleh kondisi geopolitik yang mendesak dan kompleks.
Uji Rudal Dilakukan di Tengah Ketegangan InternasionalUji coba dilakukan dari distrik Ryokpho, Pyongyang, dengan rudal hipersonik yang ditembakkan ke arah timur laut dan mencapai target sejauh 1.000 kilometer.
Informasi ini disampaikan oleh kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Senin, 5 Januari 2026.
Kim Jong Un menyebut bahwa peluncuran ini adalah bagian dari upaya untuk menanggapi "krisis geopolitik terkini dan situasi internasional yang rumit."
Uji coba rudal ini dilakukan sehari setelah Amerika Serikat meluncurkan operasi militer di Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Kim Jong Un: Rudal Hipersonik Buktikan Kesiapan NuklirDalam pernyataannya, Kim Jong Un mengatakan bahwa pengujian tersebut telah membuktikan bahwa "sebuah tugas teknologi yang sangat penting untuk pertahanan nasional telah dilaksanakan."
Ia menambahkan bahwa uji coba ini "memperlihatkan kesiapan angkatan nuklir Republik Rakyat Demokratik Korea."
Menurut Kim, pencapaian ini merupakan langkah penting dalam "menempatkan kekuatan nuklir kita pada landasan praktis dan mempersiapkannya untuk perang yang nyata."
Kim juga menyampaikan bahwa Korea Utara akan terus memperbarui alutsista militer, terutama perangkat ofensif, secara konsisten.
"Sejujurnya, kegiatan kita ini jelas bertujuan untuk menempatkan pencegahan perang nuklir pada basis yang sangat maju," ungkapnya.
Ia menegaskan kembali bahwa tindakan ini perlu dilakukan karena “alasan kenapa hal ini diperlukan sudah terlihat dari krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit.”




