Optima Prima (OPMS) Pacu Diversifikasi, Rambah 16 Lini Bisnis FMCG

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perdagangan besi skrap kapal, PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) resmi memulai langkah diversifikasi bisnis dengan merambah 16 lini usaha baru di sektor pangan dan konsumsi.

Strategi tersebut menandai pergeseran fokus perseroan dari industri logam berat menuju segmen Fast Moving Consumer Goods (FMCG).

Rencana ekspansi yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Desember 2025 ini mencakup spektrum luas industri pangan.

Lini usaha baru itu meliputi perdagangan besar gula, cokelat, kopi, teh, susu, hingga produk olahan daging ayam dan sapi. Selain itu, emiten asal Surabaya ini juga akan menyasar pasar eceran melalui penjualan produk roti dan kue.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Direktur OPMS Rubbyanto Handaja Kusuma menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Meski merambah sektor konsumsi, bisnis utama di segmen besi skrap tidak akan ditinggalkan.

“Perseroan akan lebih berfokus pada lini bisnis baru di FMCG dibanding penjualan besi skrap. Namun, kami akan tetap mengoptimalkan supply chain besi skrap guna meningkatkan pendapatan,” ucapnya, Selasa (6/1/2025).

Baca Juga

  • Beli 3 Kapal Bekas, Optima Prima (OPMS) Kejar Target Pendapatan Rp110 Miliar
  • AKSI EMITEN 24 SEPTEMBER: Margin Emiten Kabel Makin Tebal, OPMS Incar Kenaikan 30%
  • KINERJA PENJUALAN : OPMS Incar Kenaikan 30%

Perseroan menargetkan kontribusi dari lini usaha baru ini sudah dapat tercermin dalam performa keuangan jangka pendek. Rubbyanto menjelaskan bahwa tenaga ahli telah disiapkan dan pendapatan dari kegiatan operasional baru tersebut akan mulai dibukukan pada laporan keuangan kuartal IV/2025.

Berdasarkan regulasi keterbukaan informasi, laporan keuangan tahunan yang mencakup awal realisasi diversifikasi ini ditargetkan rilis paling lambat pada 31 Maret 2026. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur pendapatan perseroan yang selama ini bergantung pada volatilitas harga logam dunia.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai diversifikasi ini akan memperkuat fundamental OPMS di mata investor. Keunggulan jaringan distribusi perseroan yang terfokus di wilayah Jawa Timur dan Madura menjadi modal kuat untuk memperkuat rantai pasok pangan regional.

“Penambahan kegiatan usaha ini membuka peluang perseroan menjalin kerja sama dengan principalbaru. Dengan jaringan distribusi yang ada, OPMS berpeluang memperkuat rantai pasok pangan regional,” kata Herditya.

Sentimen positif ini tercermin dari pergerakan harga saham OPMS di lantai bursa. Hingga perdagangan Selasa (6/1), saham OPMS tercatat telah meroket 176,39% dalam enam bulan terakhir menuju level Rp199 per saham. 

________ 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Akui Ogah Lihat Daftar Perusahaan Pelanggaran Aturan, Ini Alasannya
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Badan Geologi Sebut Sinkhole Sumbar Dipicu Erosi Air Bawah Permukaan
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Fasum Berubah Fungsi, Warga Graha Famili Tagih Tanggung Jawab Pemkot Surabaya
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Tips Agar Anak Semangat Belajar Seusai Libur Panjang, Beri Motivasi
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Rusia Murka AS Sita Kapal Tankernya yang Dituduh Terlibat Ekspor Minyak Venezuela
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.