Makassar (ANTARA) - Sebanyak 10 kampus swasta di bawah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX mengikuti Penandatanganan Kontrak Kinerja dan Arahan Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr A. Lukman dalam keterangannya di Makassar, Sulsel, Selasa, menjelaskan kegiatan ini merupakan momentum strategis penyelarasan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, baik bagi perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
“Sebanyak 10 PTS dalam lingkup LLDikti Wilayah IX, termasuk Universitas Muslim Indonesia (UMI), menjadi perwakilan dalam kegiatan penandatanganan dan penetapan arah kinerja. Hal ini bertujuan agar implementasi kebijakan Kemdiktisaintek dapat berjalan selaras dan terukur,” jelasnya.
Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib, menyampaikan, arahan kinerja PTS merupakan instrumen penting dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi agar seluruh program berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata.
“Arahan kinerja ini menjadi landasan strategis bagi kami dalam merancang dan melaksanakan program-program unggulan ke depan. Ini bukan sekadar pedoman administratif, tetapi arah kebijakan institusional agar kampus semakin adaptif, berdampak, dan akuntabel,” ujarnya.
Prof Hambali menegaskan, UMI berkomitmen memastikan seluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sains, teknologi, dan karakter kebangsaan.
Sementara Mendiktisaintek Prof Brian, dalam sambutannya menegaskan bahwa baik Kontrak Kinerja PTN maupun Arahan Kinerja PTS merupakan instrumen kebijakan yang dirancang agar seluruh perguruan tinggi bergerak dalam satu irama pembangunan nasional.
“Kita membutuhkan kebersamaan dan keselarasan. Baik PTN maupun PTS memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi, melakukan hilirisasi riset, dan memperkuat daya saing bangsa,” tegas Menteri Brian.
Ia juga menyoroti potensi besar pendidikan tinggi Indonesia yang melibatkan lebih dari 4.400 perguruan tinggi, sekitar 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa, yang apabila dikelola dengan baik akan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan.
Baca juga: LLDikti III bersama PTS kirimkan bantuan untuk korban bencana Sumatra
Baca juga: LLDIKTI XI: Standardisasi perguruan tinggi selaras kebutuhan industrI
Baca juga: LLDIKTI XI tingkatkan layanan perguruan tinggi guna jaga muruah kampus
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr A. Lukman dalam keterangannya di Makassar, Sulsel, Selasa, menjelaskan kegiatan ini merupakan momentum strategis penyelarasan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, baik bagi perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
“Sebanyak 10 PTS dalam lingkup LLDikti Wilayah IX, termasuk Universitas Muslim Indonesia (UMI), menjadi perwakilan dalam kegiatan penandatanganan dan penetapan arah kinerja. Hal ini bertujuan agar implementasi kebijakan Kemdiktisaintek dapat berjalan selaras dan terukur,” jelasnya.
Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib, menyampaikan, arahan kinerja PTS merupakan instrumen penting dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi agar seluruh program berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata.
“Arahan kinerja ini menjadi landasan strategis bagi kami dalam merancang dan melaksanakan program-program unggulan ke depan. Ini bukan sekadar pedoman administratif, tetapi arah kebijakan institusional agar kampus semakin adaptif, berdampak, dan akuntabel,” ujarnya.
Prof Hambali menegaskan, UMI berkomitmen memastikan seluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sains, teknologi, dan karakter kebangsaan.
Sementara Mendiktisaintek Prof Brian, dalam sambutannya menegaskan bahwa baik Kontrak Kinerja PTN maupun Arahan Kinerja PTS merupakan instrumen kebijakan yang dirancang agar seluruh perguruan tinggi bergerak dalam satu irama pembangunan nasional.
“Kita membutuhkan kebersamaan dan keselarasan. Baik PTN maupun PTS memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi, melakukan hilirisasi riset, dan memperkuat daya saing bangsa,” tegas Menteri Brian.
Ia juga menyoroti potensi besar pendidikan tinggi Indonesia yang melibatkan lebih dari 4.400 perguruan tinggi, sekitar 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa, yang apabila dikelola dengan baik akan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan.
Baca juga: LLDikti III bersama PTS kirimkan bantuan untuk korban bencana Sumatra
Baca juga: LLDIKTI XI: Standardisasi perguruan tinggi selaras kebutuhan industrI
Baca juga: LLDIKTI XI tingkatkan layanan perguruan tinggi guna jaga muruah kampus





