Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menyatakan keinginannya untuk menguasai Greenland yang saat ini merupakan wilayah Denmark. Keinginan Trump itu mendapat penolakan keras dari Denmark.
Dirangkum detikcom, Selasa (6/1/2026), keinginan untuk menguasai Greenland itu sudah disampaikan Trump sebelum resmi menjabat sebagai Presiden AS untuk periode kedua. Dia mengaku ingin membeli pulau terbesar di dunia itu.
"Kami akan membuat Anda tetap aman, kami akan membuat Anda kaya, dan bersama-sama, kita akan membawa Greenland ke level yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya," cetus Trump seperti dilansir Reuters, Rabu (5/3/2025).
"Populasinya sangat kecil, tanahnya sangat, sangat luas, dan sangat penting bagi keamanan militer," sebut Trump dalam pidatonya.
Persoalan Greenland ini mulai jarang dibahas seiring meningkatnya ketegangan Trump dengan berbagai negara lain. Urusan Greenland mencuat lagi pada Desember 2025.
Pada Minggu (21/12/2025), Trump menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland. Hal itu langsung memicu kemarahan dari Denmark, yang kemudian memanggil Duta Besar AS.
"Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Bukan untuk mineral. Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke atas dan ke bawah pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana," ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/12/2025).
"Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya," kata presiden, seraya menambahkan bahwa Landry 'ingin memimpin serangan'.
(haf/haf)


