PASAMAN (Realita)- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pasaman mengutuk dan mengecam keras aksi brutal dugaan penganiayaan terhadap seorang Ibu, Saudah (67) warga Lubuk Aro, Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Kasus ini dialami seorang perempuan bernama Saudah, diduga menjadi korban penganiayaan brutal, berawal dari awal mula Saudah berjuang berani sendiri menegur aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi di sekitar aliran sungai tempat warga menggantungkan hidup di Rao.
Baca juga: Geger di Perumahan Tambora Lamongan, Pasutri Jadi Korban Dugaan Penganiayaan
Akibat dugaan penganiayaan secara brutal tersebut fisik Ibu Saudah tampak memar dan lebam akibat diduga pukulan.
Baca juga: Dituduh Mencuri, Dua Pria Diculik dan Disiksa hingga Tewas
Kini Ibu Saudah dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping Pasaman.
Menyikapi kejadian ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pasaman menyatakan sikap tegas mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan tersebut, yang dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat seorang Ibu dan pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan.
Baca juga: Aniaya Pengunjung Saat Pesta Miras, Jemy Peno Divonis 5 Bulan Penjara
"Kita dilahirkan dari rahim seorang Ibu, sungguh biadab jika apa yg dialami ibu Saudah ini melihat luka lukanya yang parah oleh oknum pelaku, sungguh ini kelakuan biadab", Tegas Ketua DPC GMNI Pasaman, Andan Hasayangan Hasibuan kepada media ini usai membezuk Ibu Saudah di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping, Minggu (4/1/2026).gm
Editor : Redaksi




