8 Oleh-oleh Khas Bali Paling Dicari, dari Pie Susu hingga Cokelat Falala

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Bali, VIVA – Lonjakan wisatawan ke Bali selalu diikuti meningkatnya perburuan oleh-oleh khas Pulau Dewata. Tak sekadar camilan, oleh-oleh kini dipilih sebagai representasi pengalaman berlibur, mulai dari cita rasa lokal hingga nilai budaya yang melekat pada produknya.

Di tengah banyaknya pilihan, sejumlah produk tetap konsisten menjadi incaran wisatawan. Mulai dari jajanan tradisional, kerajinan tangan, hingga cokelat premium dengan sentuhan khas Bali, berikut rekomendasi oleh-oleh yang kerap diburu sebelum meninggalkan Pulau Dewata.

Baca Juga :
Tanpa Kembang Api, Maliq & D’Essentials Jadi Sorotan di GWK Bali Countdown 2026
Turis Asing yang Datang ke Bali Bakal Wajib Sampaikan Jumlah Tabungan yang Dibawa Mulai Tahun Ini

1. Kerupuk Kulit Babi

Salah satu oleh-oleh yang cukup populer, terutama di kalangan pencinta camilan gurih, adalah kerupuk kulit babi. Meski tergolong non-halal, produk ini memiliki pasar tersendiri di kalangan wisatawan. Kerupuk ini dibuat dari kulit babi yang dibersihkan, dikeringkan, dibumbui, lalu digoreng hingga renyah. Oleh-oleh ini bisa kamu bawa pulang dengan harga berkisar Rp45.000 hingga Rp65.000 per 250 gram.

2. Pia Khas Bali

Pilihan lain yang lebih universal adalah pia khas Bali. Oleh-oleh kekinian ini mudah ditemukan di berbagai pusat perbelanjaan, termasuk area sekitar bandara. Pia Bali hadir dengan beragam rasa, mulai dari kacang hijau, stroberi, keju, cappuccino, tiramisu, hingga varian durian yang menjadi favorit. Produk ini juga telah mengantongi sertifikat halal dan dikemas dalam boks kertas yang praktis serta tampak premium. Beberapa merek yang dikenal wisatawan antara lain Pia Baling Legong dan Pia Bali Agung.

3. Cokelat Falala

Falala Chocolate Bali dikenal sebagai produsen cokelatyang memadukan biji kakao pilihan dengan cita rasa lokal. Beragam varian cokelat dengan sentuhan rempah dan buah tropis, serta kemasan bernuansa budaya Bali, menjadi daya tarik tersendiri. Selama libur Tahun Baru 2026, produk dengan kemasan edisi khusus menjadi salah satu yang paling banyak diburu sebagai buah tangan.

Bagi sebagian wisatawan, berkunjung ke Falala Chocolate Bali kini tak sekadar belanja oleh-oleh, tetapi juga menjadi bagian dari agenda wisata. Pengunjung dapat melihat proses pengemasan produk secara langsung sekaligus mendapatkan rekomendasi varian sesuai selera. Tren ini memperkuat posisi Falala sebagai destinasi oleh-oleh cokelat khas Bali.

Baca Juga :
Mulai 2026, Turis ke Bali Bakal Dicek Tabungannya 3 Bulan Terakhir
Menhub Dudy Sebut Wisatawan Domestik ke Bali Turun 2 Persen di Periode Nataru
Fasilitas Kesehatan Bali Naik Kelas ke Standar Internasional

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Duo Darah Muda Persija Antusias Hadapi Persib di GBLA
• 14 jam lalumerahputih.com
thumb
Pengadilan Tinggi Surabaya Berkomitmen Perkuat Integritas Hakim dan Aparatur Peradilan
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polri Selidiki Edit Foto Cabul Berbasis AI Grok di X
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkot Jakarta Timur Latih 1.350 Warga Sepanjang 2025 untuk Tekan Pengangguran dan Dorong Wirausaha
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Dewan Atensi Jalan Rusak Moncongloe, Lelang Proyek Perbaikan Bulan Ini
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.