Warga di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kini dapat kembali bernapas lega. Setelah sekian lama terisolasi akibat banjir bandang yang memutus akses antar-desa, jembatan gantung Garuda telah selesai dibangun dan resmi dapat dilalui oleh masyarakat.
Jembatan gantung ini membentang kokoh di atas sungai, menghubungkan dua wilayah yaitu Desa Ara dan Desa Udeung di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kehadiran infrastruktur ini menjadi jawaban atas kesulitan warga yang sebelumnya harus menempuh jalur alternatif yang jauh dan sulit dilalui.
Bagi masyarakat setempat, jembatan gantung Garuda bukan sekadar sarana penyeberangan biasa, melainkan urat nadi kehidupan. Anak-anak sekolah kini bisa menyeberang dengan aman tanpa harus memutar jauh. Petani dan pedagang pun kembali lancar membawa hasil kebun dan dagangan mereka ke pasar.
"Lebih mudah anak-anak kami bersekolah dan lebih mudah petani bekerja di sawah. Dulunya kami harus berjalan sangat jauh, sekarang sudah dekat untuk melewati tempat bekerja kami. Terima kasih Bapak Presiden," ucap Syukur Helmi, warga Pidie Jaya.
Baca juga: Sejumlah Desa dan Dusun di Aceh Hilang Akibat Banjir dan Longsor
Pembangunan jembatan sepanjang 35 meter ini merupakan hasil kerja keras kolektif. Proyek ini dikerjakan oleh Satgas Gulbencal TNI Kodim 0102/Pidie yang bekerja sama dengan tim Vertical Rescue Kementerian Pertahanan.
Kecepatan pembangunan ini menjadi prioritas mengingat vitalnya akses tersebut bagi roda ekonomi dan pendidikan di Kecamatan Bandar Baru. Dengan selesainya jembatan gantung Garuda, diharapkan mobilitas warga kembali normal dan pemulihan ekonomi pasca-bencana di wilayah tersebut dapat berjalan lebih cepat.



