jpnn.com - JAKARTA – Muhaimin Iskandar menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berkelakar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) harus diawasi terus.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar meyakini tidak ada maksud lain di balik kelakar Presiden Prabowo tersebut.
BACA JUGA: Prabowo ke Cak Imin: PKB Harus Diawasi Terus Ini
"Ya (itu) bercanda, bercanda," kata Muhaimin saat ditemui selepas retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) malam.
Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, juga langsung membantah saat ditanya mengenai kelakar itu sebagai sinyal adanya kekhawatiran terhadap manuver politik PKB pada kemudian hari.
BACA JUGA: PKB: Maâruf Amin Sudah Lama Mundur dari Ketua Dewan Syura
"Enggak, enggak, enggak. Bercanda, begitu-begitu biasalah, sering begitu," ujar Muhaimin sambil berjalan menuju kendaraannya.
Muhaimin kemudian memastikan tidak ada yang perlu diawasi.
BACA JUGA: MBG Capai 55 Juta Penerima dalam Setahun, Prabowo: Brasil Butuh 11 Tahun
"Enggak ada," cetus Muhaimin.
Menurut Muhaimin, kelakar semacam itu biasa dialamatkan kepada partainya, terlepas dari adanya ketua umum partai lain dalam ruangan berlangsungnya retret.
"Sering begitu, bercanda begitulah, gojlok'an begitu," ujar Muhaimin.
Dalam penghujung taklimat awal tahun 2026-nya yang disampaikan pada sesi pembuka retret, Presiden Prabowo kembali menegaskan koalisi partai pendukung pemerintah kuat.
Presiden Prabowo kemudian lanjut berkelakar PKB yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar harus diawasi terus.
"Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," ujar Prabowo seraya menutup sesi taklimatnya untuk Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Selasa siang.
PKB, sebelum bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah, sempat berkontestasi dengan Prabowo saat Pilpres 2024.
Prabowo, yang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat Pilpres 2024 berhadapan dengan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, serta Ganjar Pranowo - Mahfud MD.
Pasangan Anies-Muhaimin saat itu diusung oleh PKB, PKS, dan NasDem.
Namun, selepas Pilpres 2024 yang dimenangkan oleh pasangan Prabowo-Gibran, PKB, PKS, dan NasDem menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo.
Dalam susunan Kabinet Merah Putih, PKB dan PKS juga mendapatkan jatah kursi, di antaranya Muhaimin, yang merupakan Ketua Umum PKB menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Adapun Prof. Yassierli, yang sekarang menjabat Menteri Ketenagakerjaan merupakan teknokrat yang diusulkan oleh PKS. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu



