Kabupaten Ngawi di Jawa Timur telah berhasil mencapai kemandirian pangan berkat pengelolaan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berpihak pada petani.
Capaian ini menjadikan Ngawi sebagai contoh nyata dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan mandiri di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis pangan.
Apresiasi terhadap prestasi tersebut disampaikan oleh Lia Istifhama, anggota DPD RI Komite III asal Jawa Timur, saat bertemu dengan Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi dalam pertemuan di Kabupaten Jombang, Selasa (6/1/2026).
Lia menilai bahwa kemandirian pangan yang dicapai Ngawi bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari perencanaan matang dan kebijakan pro-petani yang diterapkan selama bertahun-tahun.
“Ngawi telah membuktikan bahwa dengan pengelolaan lahan yang optimal, irigasi yang baik, dan kebijakan yang mendukung petani, suatu daerah bisa mencapai ketahanan pangan yang mandiri. Ini bukan hanya prestasi lokal, tetapi menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia,” ujar Lia Istifhama.
Menurut Lia Istifhama, pencapaian Ngawi ini memiliki dampak yang sangat besar, tidak hanya bagi Jawa Timur tetapi juga bagi ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan fluktuasi harga dan ketergantungan pada impor pangan, keberhasilan Ngawi menunjukkan bahwa daerah yang bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri memiliki posisi strategis dalam menciptakan kestabilan pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal keberlanjutan. Ngawi telah berhasil menjaga kesejahteraan petani, memaksimalkan hasil pertanian, dan yang paling penting, menciptakan kemandirian yang bertahan lama,” tambah Lia.
Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah bersama masyarakat dan petani yang telah mengoptimalkan potensi lahan di Kabupaten Ngawi.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan produksi pangan melalui kebijakan yang mendukung sektor pertanian. Ketahanan pangan adalah kunci keberlanjutan ekonomi daerah,” jelas Ony.
Lia juga menegaskan bahwa keberhasilan Ngawi dapat menjadi model nasional dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis daerah.
Menurutnya, dukungan kebijakan dari pemerintah pusat sangat diperlukan agar model ketahanan pangan lokal ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia.
“Jika Ngawi bisa, daerah lain juga pasti bisa. Dengan kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat, kita bisa memperluas model kemandirian pangan ini untuk mencapai ketahanan pangan yang lebih luas,” tegas Lia Istifhama. (faz/ipg)


