JAKARTA, KOMPAS.TV- Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengingatkan kepada pemerintahan Prabowo Subianto bahwa bahwa tujuan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) bukanlah memberikan makan sebanyak-banyaknya.
“Ada yang bilang di sini loh, bergizi tidak, target penerima sudah benar tidak, anggarannya realistis atau tidak, sehingga kemudian bisa kemudian mengambil anggaran-anggaran dari sektor lain yang juga sangat penting, silakan dibuka, ternyata lebih banyak di kota-kota,” ujar Yunarto dalam Program Kompas Petang di KompasTV, Selasa (6/1/2026).
Oleh karena itu, Yunarto mengaku sedih dan prihatin Presiden Prabowo terus mengulang variable kuantitatif dalam menilai keberhasilan pelaksanaan program MBG.
Baca Juga: YLBHI: Terdapat Banyak Pasal di KUHP yang Berbahaya buat Masyarakat
“Saya sedih malah dan prihatin Pak Prabowo selalu mengulang-ulang variable kuantitatif,” kata dia.
“Dan ini linier dengan apa yang dibangga-banggakan oleh BGN ya, sudah mencapai 50 juta, lebih tinggi dari Brazil yang dalam 11 tahun hanya 40 juta, dalam bulan November kita sudah melampaui populasi Singapura, lalu kemudian bulan Desember sudah melampaui populasi Korea Selatan.”
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan jika dalam satu tahun sudah 55 juta yang menerima manfaat MBG.
“Saya diberi laporan hari ini sudah mencapai lebih dari 51 juta penerima manfaat MBG, benar Pak Dadan? Oh, sudah 55, saya ralat saya kira 51 juta, 55 juta, hari ini sudah 55 juta, 55 juta penerima manfaat (MBG di) Indonesia,” ucap Prabowo di Perayaan Natal Nasional, Senin (5/1).
Baca Juga: Nadiem Sebut Kekayaannya Naik Murni karena Harga Saham GoTo Naik
“Itu berarti sama dengan memberikan makan 8 kali Singapura, tiap hari kita beri makan 55 juta, 55 juta mulut saudara-saudara.”
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- mbg
- yunarto wijaya
- presiden prabowo subianto
- prabowo subianto
- makan bergizi gratis
- charta politica indonesia





