Harga Minyak Jatuh, Pasar Cermati Pasokan dan Isu Venezuela

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa (6/1/2026), seiring pasar menimbang ekspektasi pasokan global yang melimpah tahun ini.

Harga Minyak Jatuh, Pasar Cermati Pasokan dan Isu Venezuela. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa (6/1/2026), seiring pasar menimbang ekspektasi pasokan global yang melimpah tahun ini dengan ketidakpastian produksi minyak Venezuela setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Kontrak berjangka (futures) Brent turun 1,7 persen dan ditutup di level USD 60,70 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 2 persen ke posisi USD 57,13 per barel.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat, Saham Chip Melonjak Didorong Optimisme AI

Analis PVM Oil, Tamas Varga, menilai, dikutip Reuters, masih terlalu dini untuk mengevaluasi dampak penangkapan Nicolas Maduro terhadap keseimbangan pasar minyak global.

Namun, menurut dia, pasokan minyak pada 2026 dipastikan akan mencukupi, baik dengan maupun tanpa peningkatan produksi dari negara anggota OPEC tersebut.

Baca Juga:
Kepala BGN Lapor Ada 15 Kasus Program MBG di Desember 2025, Begini Respons Prabowo

Analis Morgan Stanley dalam catatan terbarunya menyebutkan permintaan minyak global sepanjang tahun lalu kemungkinan hanya tumbuh sekitar 900.000 barel per hari. Angka ini lebih rendah dibandingkan tren historis sebesar 1,2 juta barel per hari.

Dalam periode kuartal keempat 2024 hingga kuartal keempat 2025, pasokan OPEC meningkat sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara pasokan dari negara non-OPEC bertambah sekitar 2,4 juta barel per hari.

Baca Juga:
Saham Logam Nikel hingga Tembaga Melaju Kencang

Kondisi ini membuat kedua sumber pasokan memasuki 2026 pada level yang sangat kuat.

Morgan Stanley memperkirakan situasi tersebut berpotensi mendorong pasar minyak ke kondisi surplus hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026.

Survei Reuters terhadap pelaku pasar pada Desember lalu juga menunjukkan ekspektasi harga minyak masih berada di bawah tekanan sepanjang 2026, seiring meningkatnya pasokan dan lemahnya permintaan.

Penasihat perdagangan minyak Ritterbusch and Associates menyatakan, semakin jelasnya surplus pasokan minyak global membuka peluang terjadinya penurunan harga lanjutan dalam waktu dekat.

Tekanan harga berpotensi bertambah setelah penangkapan Maduro pada Sabtu lalu, yang dinilai dapat mempercepat berakhirnya embargo AS terhadap minyak Venezuela.

Jika hal itu terjadi, produksi minyak negara Amerika Selatan tersebut berpeluang meningkat.

Pelaku pasar juga memperdebatkan arah pasokan Venezuela ke depan, setelah Presiden AS Donald Trump menyebut perusahaan minyak AS siap berinvestasi untuk meningkatkan produksi dan ekspor Venezuela.

Menurut tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, para CEO perusahaan minyak AS diperkirakan mengunjungi Gedung Putih paling cepat Kamis untuk membahas peluang investasi di Venezuela.

Sektor minyak Venezuela sendiri telah lama mengalami kemunduran akibat minimnya investasi dan sanksi AS. Produksi minyak negara tersebut rata-rata hanya mencapai 1,1 juta barel per hari sepanjang tahun lalu.

Analis Rystad Energy, Janiv Shah, memperkirakan tambahan pasokan dari Venezuela dalam dua hingga tiga tahun ke depan hanya sekitar 300.000 barel per hari dengan belanja tambahan yang terbatas.

Sebagian pendanaan bisa dilakukan secara internal oleh perusahaan minyak negara PDVSA, namun komitmen modal internasional diperlukan untuk mewujudkan target produksi 3 juta barel per hari pada 2040.

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS tercatat turun pada pekan lalu, meski stok bahan bakar meningkat. Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS menyusut 2,77 juta barel.

Data resmi pemerintah AS terkait persediaan minyak dijadwalkan rilis pada Rabu pukul 10.30 waktu setempat. Delapan analis yang disurvei Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah justru naik sekitar 500.000 barel pada pekan yang berakhir 2 Januari. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Penggeledahan, Kedatangan Penyidik di Kantor Kemenhut untuk Cocokkan Data Kawasan Hutan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pengamat CSIS Sebut Penghapusan Pilkada Langsung Bisa Menuai Protes, Timbulkan Instabilitas Politik
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Kemlu RI Ungkap WNI di Venezuela Aman, Sudah Lakukan Persiapan Jika Terjadi Eskalasi Konflik
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
UMP 2026 Naik, Pramono: Tak Satu Pun Perusahaan Jakarta Menolak
• 1 jam laludisway.id
thumb
Sangkaan Ijazah Palsu Dibalas Wagub Babel Tak Ada yang Dirugikan
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.