VIVA – Nama komika Pandji Pragiwaksono kembali menjadi perbincangan publik setelah potongan materi stand-up comedy miliknya viral di media sosial. Dalam penampilannya, Pandji mengangkat isu serius mengenai praktik pencucian uang atau money laundry.
Materi tersebut menarik perhatian karena Pandji tidak hanya menjelaskan alur pencucian uang, tetapi juga menyelipkan contoh hipotetis yang menyinggung figur publik. Salah satu nama yang disebut adalah Raffi Ahmad. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
- IG @pandji.pragiwaksono
Dalam pembukaannya dalam membahas praktik pencucian uang, Pandji menggambarkan konsep tersebut dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami penonton.
“Cuci uang itu diputer, dicelup, dijilat,” ucap Pandji Pragiwaksono yang dikutip dari TikTok @pesona.cerita pada Rabu, 7 Januari 2026.
Ia lalu melanjutkan dengan skenario contoh untuk menjelaskan bagaimana uang hasil kejahatan tidak bisa langsung digunakan begitu saja.
“Misalnya ada jenderal polisi yang terlibat bisnis narkoba. Ini contoh, ya. Gue bilangnya misalnya,” katanya.
Menurut Pandji, uang hasil kejahatan dalam jumlah besar tidak mungkin langsung dimasukkan ke rekening pribadi karena akan memicu laporan transaksi mencurigakan.
“Masuk rekening? Nggak mungkin. Karena bank akan menganggap itu transaksi mencurigakan dan harus lapor ke PPATK,” lanjutnya.
Dari situ, Pandji menjelaskan bahwa uang tersebut biasanya dialirkan ke berbagai usaha agar terlihat sah.
“Jadi apa yang dilakukan jenderal polisi ini dengan 100 miliar itu? Uangnya diputar ke sejumlah bisnis,” tambahnya.
Dalam materi itu, Pandji menyebut skenario sepuluh bisnis dengan nilai investasi yang sama. Misalnya ada 10 bisnis, maka masing-masing dapat 10 miliar.
Nama Raffi Ahmad kemudian muncul sebagai bagian dari ilustrasi kepemilikan usaha. Namun Pandji langsung menekankan bahwa itu hanyalah contoh.
“Menurut gue, Raffi Ahmad keren, bro. Yaudah, misalnya Raffi Ahmad. Ingat ya, ini misalnya,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan sosok Raffi Ahmad sebagai operator, melainkan asal-usul uang tersebut.
“Pertanyaan paling penting yang harus kita tanyain adalah siapa yang punya duit, duit itu dari kejahatan apa, dan bakal dipakai buat apa?” tegasnya lagi.




