JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai konflik di Venezuela tak akan memberi dampak signifikan ke harga dan perdagangan minyak dunia.
“Tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi perdagangan minyak dan harga,” kata Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, Selasa (6/1/2026), via Antara.
Ia menjelaskan, meskipun cadangan minyak Venezuela merupakan yang terbesar di dunia, produksi rata-rata masih di bawah 1 juta barel minyak per hari.
Anggia menyebut angka tersebut relatif kecil dibandingkan dengan rasio cadangannya.
Baca Juga: Kronologi dan Motif Presiden AS Tangkap Nicolas Maduro hingga Pujian dari Israel untuk Donald Trump
Menurutnya, kondisi Venezuela juga berbeda dengan kawasan Timur Tengah, yang mana konflik di kawasan tersebut bisa menyebabkan harga minyak sangat dinamis.
Sebab, di kawasan Timur Tengah banyak terdapat negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).
Anggia menyebut peningkatan produksi minyak nasional merupakan salah satu langkah antisipasi Indonesia terhadap gejolak geopolitik, salah satunya di Venezuela.
“Sebagai antisipasi, kami harus terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi,” ucapnya.
Baca Juga: Sosok Kuasa Hukum Nicolas Maduro, Pengacara Senior yang Pernah Bela Julian Assange
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- kementerian esdm
- esdm
- minyak
- minyak dunia
- harga minyak dunia
- konflik venezuela





/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F23%2F65e6d3b2c3b2d8a96013218760c32c3c-20250923TOK26.jpg)