Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan penyelesaian elektrifikasi terhadap 5.700 desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, persoalan desa tanpa listrik menjadi salah satu perhatian utama Presiden. Menurutnya, Prabowo tak ingin masih ada wilayah yang tertinggal dari akses energi dasar.
"Kemudian juga beliau melaporkan mengenai yang salah satu concern Bapak Presiden adalah berkenaan dengan masih adanya 5.700 desa yang sampai hari ini belum teraliri listrik," ujar Prasetyo usai Retret di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Prasetyo menjelaskan, dari total 5.700 desa tersebut, baru sekitar 1.400 desa yang berhasil disambungkan listrik sepanjang 2025. Capaian itu dinilai belum cukup, sehingga Kepala Negara meminta percepatan agar seluruh desa bisa segera teraliri listrik.
"Oleh karena itu Bapak Presiden sebagaimana tadi juga sudah kami sampaikan beliau meminta percepatan supaya 5.700 desa ini dapat semua sudah teraliri listrik," katanya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik paling lambat pada tahun 2030.
"Yang berikut kami juga laporkan bahwa kami sekarang lagi fokus untuk bagaimana bisa melayani desa-desa, dusun-dusun yang belum ada listrik. Tahun ini atas perintah Bapak Presiden, kita mampu membangun jaringan di seribu seratus lebih desa," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/10).
Untuk tahun 2026, Kementerian ESDM menargetkan tambahan 1.000 hingga 2.000 desa baru akan teraliri listrik. Bahlil mengatakan Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar seluruh desa di Indonesia sudah mendapatkan akses listrik pada 2029 hingga 2030.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5333307/original/086453400_1756618280-WhatsApp_Image_2025-08-31_at_11.14.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465906/original/031507300_1767779883-ppp_jakarta.jpg)
