Proyek Waste to Energy Diluncurkan di 34 titik, Intip Prospek OASA hingga MHKI

katadata.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan pemerintah segera memulai pembangunan proyek "Waste to Energy" atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang akan diluncurkan di 34 titik. Menurut Prasetyo, PSEL merupakan bagian dari program hilirisasi yang akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada bulan ini hingga Maret mendatang.

"Berkenaan dengan (proyek) Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik, yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah," kata Prasetyo saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Prasetyo menjelaskan bahwa proyek PSEL segera diluncurkan karena volume timbunan sampah harian yang terus menumpuk. Pembangunan PSEL diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah.

Adapun PSEL merupakan salah satu dari 18 proyek hilirisasi strategis yang akan mulai dikerjakan pada periode Januari hingga Maret 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp600 triliun. Realisasi investasi proyek-proyek tersebut akan dipimpin langsung oleh Danantara Indonesia.

PSEL merupakan proses pengolahan sampah yang tidak dapat didaur ulang melalui teknologi untuk menghasilkan energi, seperti panas, listrik, atau bahan bakar alternatif. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung kemandirian energi nasional, mengurangi volume sampah terbuka, serta menekan ketergantungan terhadap energi konvensional seperti batu bara.

Prospek Saham Waste to Energy

Seiring dengan rencana pemerintah mengumumkan hasil lelang proyek pembangkit sampah yang rencananya akan diumumkan awal Januari, harga saham sejumlah emiten yang bergerak di bidang ini turut bergeliat. Pada penutupan perdagangan saham Selasa (6/1) saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melonjak  34,68% ke level Rp 167.

Selanjutnya, saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) ditutup menguat  1,79% ke Rp 3.980. Diikuti PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) juga mencatatkan kenaikan ke Rp 238, naik 1,71%.

Tak hanya itu PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) juga naik 4,43% ke Rp 330 dan saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menguat ke Rp 438, naik 4,78%. Lalu PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) melesat 7,14% ke Rp 480.

NH Korindo Sekuritas Indonesia dalam risetnya memprediksi sejumlah saham berpotensi diuntungkan dengan proyek waste to energy.  TOBA mendapat perhatian besar dari investor setelah melakukan akuisisi Sembcorp Enviro yang akan memfokuskan bisnisnya pada pengelolaan sampah. 

Selanjutnya OASA tengah membangun PLTSa di Jakarta Timur dan estimasi beroperasi pada Q1-2026 serta proyek PLTSa Cipeucang, Tangerang Selatan dengan kapasitas 25 MW. Adapun MHKI yang merupakan pengelola limbah di Bantargebang, Bekasi, berencana melakukan ekspansi bisnis ke bidang pengelolaan sampah baru serta memperluas cakupan operasi ke Lamongan, Jawa Timur. 

Katalis MHKI dalam pengelolaan sampah juga terlihat dari fasilitas kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 4,95 miliar pada September lalu. MHKI menyebutkan dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perseroan. 

MHKI merupakan entitas pengelola limbah industri di Bantargebang, Bekasi yang baru melantai di BEI pada 16 April 2024 lalu. Perseroan juga diketahui menjalin kerja sama dengan perusahaan sektor energi pelat merah seperti PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara hingga PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap.  

Direktur Utama MHKI Alwi menyatakan, fasilitas baru ini akan didukung teknologi pengolahan limbah modern dan efisien. “Kami berkomitmen memberikan solusi terbaik dalam pengelolaan limbah industri, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Alwi dalam keterangan resmi perusahaan. 

Sementara itu PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) sebelumnya menyebut ikut dalam lelang proyek Danantara itu. Direktur Utama Maharaksa Biru Energi Bobby Gafur Umar, mengaku OASA juga telah dibidik tiga perusahaan sekaligus untuk konsorsium proyek pembangkit sampah ini. 

Bobby mengatakan, OASA akan ikut konsorsium dan menggandeng Grandblue Environment Co., Ltd.  Ia menjelaskan, Granblue memiliki kapasitas pengolahan hampir 100 ribu ton sampah per hari. 

Sebagai perbandingan, total sampah Indonesia mencapai sekitar 175 ribu ton per hari. Dengan kapasitas sebesar itu, menurut Bobby, Granblue menjadi salah satu pemain terbesar dan menempati posisi kedua di Cina. 

Bobby pun mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah skema pembiayaan dan pengembangan proyek. Salah satunya melalui kemitraan, termasuk dengan mitra asal Cina yang telah lolos dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) Pemilihan Mitra Kerja Sama Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL) Danantara. 

Selain di Bali, OASA juga mempunyai proyek pembangkit sampah di Tangerang Selatan akan dikembangkan oleh Badan Usaha Pelaksana PT Indoplas Tianying Energy, yang merupakan kerja sama antara PT Indoplas Energi Hijau dengan kepemilikan 76% dan China Tianying Inc sebesar 24%. Proyek ini dialokasikan di atas lahan seluas 5,53 hektare.




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Fakta Ali Pendaki Magelang Hilang di Gunung Slamet, Nomor 3 Bikin Nyesek
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Mentan Cabut 2.300 Izin Pedagang Pupuk Nakal
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Terima Laporan Lewat 110, Polsek Cengkareng Tolong Warga yang Diikuti Matel
• 14 jam laludetik.com
thumb
Yai Mim Eks Dosen UIN Malang Jadi Tersangka Kasus Pornografi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Siapkan Skema Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc, Prasetyo: Akan Dihitung Terpisah dari Hakim Karier
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.