FAJAR, MAKASSAR — Krisis tenaga kerja di sektor kesehatan mendorong rumah sakit di Jepang membuka peluang bagi tenaga asing. Salah satunya dilakukan Rumah Sakit Palang Merah Mito di Prefektur Ibaraki yang mulai mempekerjakan perawat asal Indonesia.
Informasi tersebut mencuat dan menjadi perbincangan luas setelah diunggah oleh akun Instagram @folkative. Dalam unggahannya, dijelaskan bahwa rumah sakit tersebut merekrut staf asing dengan menyambut sejumlah perempuan Indonesia sebagai asisten perawat.
Perekrutan ini dilakukan melalui program Pekerja Terampil Khusus di bidang penitipan dan keperawatan.
Selain itu, pihak rumah sakit juga membuka akses tempat tinggal jangka panjang bagi para pekerja tersebut sebagai bagian dari dukungan adaptasi di Negeri Sakura serta para tenaga kerja asal Indonesia akan mendapat pendampingan khusus untuk mengejar kualifikasi keperawatan nasional Jepang.
Sebelum mulai bekerja secara penuh, para perawat Indonesia diwajibkan mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih tujuh bulan.
Pelatihan tersebut meliputi pengenalan peraturan Jepang, budaya kerja, hingga etika di lingkungan rumah sakit.
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret rumah sakit dalam mengatasi kekurangan asisten perawat yang semakin dirasakan dalam beberapa tahun terakhir.
Beban kerja staf keperawatan yang meningkat menjadi salah satu alasan utama dibukanya rekrutmen tenaga asing.
Kebijakan ini juga mencerminkan perubahan sikap Jepang yang semakin terbuka terhadap tenaga kerja internasional, khususnya dari Indonesia, untuk mengisi kekosongan di sektor-sektor vital seperti kesehatan.
Selain membantu sistem layanan kesehatan Jepang, program ini diharapkan membuka peluang kerja dan peningkatan kompetensi bagi tenaga keperawatan Indonesia di tingkat global.





