Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Indeks dolar AS bergerak fluktuatif, rupiah dibuka di level Rp16.750 per dolar.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS di pasar global.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.750 per dolar AS atau terdepresiasi tipis 0,03 persen. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah juga tercatat melemah 0,06 persen dan berada di posisi Rp16.745 per dolar AS.
Pergerakan Indeks Dolar AS
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tercatat mengalami koreksi tipis sebesar 0,04 persen ke level 98,540. Meski demikian, pada perdagangan Selasa (7/1/2026), DXY sempat menguat 0,32 persen dan ditutup di posisi 98,626.
Penguatan dolar AS pada perdagangan sebelumnya menekan pergerakan sejumlah mata uang utama dunia, termasuk rupiah.
Sentimen Global Masih Menekan Rupiah
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih didominasi oleh sentimen eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global. Dolar AS tercatat menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada perdagangan kemarin.
Pelaku pasar saat ini juga masih mencermati rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai akan memberikan petunjuk lanjutan terkait arah kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve.
Investor Tunggu Arah Kebijakan The Fed
Rilis data ekonomi AS tersebut diperkirakan akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed ke depan, yang pada akhirnya turut menentukan arah pergerakan nilai tukar, termasuk rupiah.
Editor: Redaksi TVRINews




