Kasus Super Flu Mulai Terdeteksi di Jateng, Dinkes Ungkap Gejalanya

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mendeteksi satu kasus influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu". Saat ini individu pengidap sudah dalam penanganan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

"Ya, satu kasus. Tapi tidak apa-apa, sudah aman," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jateng, Irma Makiah, ketika dikonfirmasi soal temuan kasus super flu, Selasa (7/1/2026).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Waspada Superflu, Kenali Gejala dan Pencegahannya
  • Permintaan Vaksin Influenza di Jakarta Meningkat Ditengah Merebaknya Kasus Super Flu
  • Jakarta Pasang Kuda-Kuda Antisipasi Penularan Super Flu

Menurut Irma, kasus super flu tersebut terdeteksi setelah sampel dari individu pengidap diuji di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Kariadi, Kota Semarang, pada akhir Desember 2025 lalu. Namun Irma belum dapat memastikan apakah individu pemilik sampel turut dirawat di rumah sakit tersebut.

"Saya baru mau menelusuri ini pasiennya dirawat di sana (RSUD Dr.Kariadi) atau tidak," kata Irma.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Ketika ditanya dari mana asal individu yang mengidap super flu tersebut, Irma menolak mengungkap. "Intinya, tidak usah panik. Super flu itu bukan terminologi medis. Kenapa orang-orang mengistilahkan 'super flu'? Karena penularannya cepat dan ada peningkatan kasus di beberapa negara Eropa, di Amerika, dan Jepang," ucap Irma.

Dia menambahkan, pada dasarnya super flu merupakan influenza biasa, yakni H3N2 dengan subclade K. Irma menerangkan, gejala super flu juga persis dengan flu pada umumnya. Mereka antara lain batuk, demam tinggi, pusing, dan nyeri tenggorokan.

Menurut Irma, seperti flu pada umumnya, super flu bianya juga tersebar melalui droplet. "Yang berisiko menjadi berat (setelah tertular) memang hanya kelompok rentan. Misalnya orang dengan HIV/AIDS, dengan gangguan imunitas, orang tua, balita," katanya.

Merespons potensi penyebaran super flu, Irma mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan waktu istirahat yang cukup. Jika mengidap gejala flu, dia menyarankan agar segera melakukan konsultasi ke dokter. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gakkum Kehutanan Tangkap DPO Pelaku Tambang Ilegal di Bukit Soeharto
• 10 jam laluidntimes.com
thumb
Mendagri Sebut Sumbar Mendekati Normal, Aceh dan Sumut Butuh Perhatian
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Bos DJP Kejar 200 Penunggak Pajak, Sudah Bayar Rp13,1 T di Akhir 2025
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lawan Arus Kencang Laut Komodo, Tim SAR Terus Cari WNA Spanyol
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Rumah Jokowi Dijaga Ketat saat Disambangi 2 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.