CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Otoritas Moneter Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada tahun 2026 dan 2027.
Keyakinan itu didasarkan, antara lain, pada kinerja baik pengendalian inflasi selama tahun 2025 pada angka 2,92%. Terjaga sesuai target sasaran nasional 2,5 plus minus 1%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK Desember 2025 tercatat sebesar 0,64% (mtm), sehingga secara tahunan inflasi IHK 2025 menjadi 2,92% (yoy).
"Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional," demikian pernyataan BI yang dirilis Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menanggapi rilis BPS terkait inflasi, Senin (5/1/2026).
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan pada Desember 2025 meningkat dibanding November sebesar 0,17%.
Kenaikan inflasi terutama disumbang kelompok volatile food dan administered prices, sedangkan inflasi inti relatif stabil. Inflasi kelompok inti tercatat sebesar 0,20% (mtm), relatif stabil dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm), dengan inflasi terutama disumbang komoditas emas perhiasan dan minyak goreng.
Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat menjadi 2,74% (mtm), dari inflasi bulan sebelumnya 0,02% (mtm), terutama disumbang komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah. Dipengaruhi dampak gangguan cuaca, tingginya harga input produksi ternak, serta peningkatan permintaan pada Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru (HBKN Nataru).
Inflasi administered prices tercatat 0,37% (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya 0,24% (mtm). Terutama disumbang oleh komoditas bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota seiring kenaikan harga BBM nonsubsidi dan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Nataru.
Menurut pernyataan BI, secara tahunan inflasi IHK 2025 tetap dalam kisaran sasaran didukung tetap terjaganya berbagai komponen inflasi.
Inflasi inti terjaga rendah 2,38% (yoy), seiring konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar ekspektasi inflasi dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif dari digitalisasi.
Inflasi volatile food relatif terkendali sebesar 6,21% (yoy), ditopang upaya untuk terus menjaga ketersediaan pasokan pangan serta didukung eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan TPIP - TPID dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional di berbagai daerah.
Sementara itu, inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,93% (yoy), sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh Pemerintah.
Inflasi inti adalah indeks harga konsumen yang mengecualikan harga yang sangat fluktuatif (volatile) seperti makanan dan energi , serta harga-harga yang diatur pemerintah (administered price). Adapun imported inflation adalah inflasi yang terjadi karena harga barang impor dan pengaruh nilai tukar (kurs) rupiah terhada valuta asing.


