OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Bukan untuk Diagnosis

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

OpenAI resmi meluncurkan fitur baru bernama ChatGPT Health, sebuah ruang khusus yang memungkinkan pengguna bertanya tentang kesehatan dan kebugaran.

OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Bukan untuk Diagnosis. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - OpenAI resmi meluncurkan fitur baru bernama ChatGPT Health, sebuah ruang khusus yang memungkinkan pengguna bertanya tentang kesehatan dan kebugaran secara terpisah dari percakapan umum di ChatGPT. 

Perusahaan menyebutkan, minat pengguna terhadap topik kesehatan di platformnya sangat tinggi. Setiap pekan, lebih dari 230 juta pengguna mengajukan pertanyaan terkait kesehatan dan kebugaran melalui ChatGPT.

Baca Juga:
Setoran Pajak Digital Tembus Rp44,55 Triliun, OpenAI hingga Amazon Ditunjuk Jadi Pemungut PPN PMSE

Melalui ChatGPT Health, OpenAI memisahkan percakapan kesehatan dari obrolan lainnya agar konteks medis pengguna tidak tercampur dengan penggunaan umum. Jika pengguna membahas isu kesehatan di luar ruang khusus tersebut, sistem akan mendorong mereka untuk berpindah ke ChatGPT Health.

Meski terpisah, fitur ini tetap dapat memanfaatkan konteks yang relevan dari percakapan sebelumnya. Sebagai contoh, jika pengguna pernah berdiskusi mengenai rencana latihan maraton, ChatGPT Health akan mengenali bahwa pengguna memiliki latar belakang sebagai pelari saat membahas target kebugaran.

Baca Juga:
SoftBank Investasi Rp686 Triliun di OpenAI, Dapat 11 Persen Saham

Ke depannya, ChatGPT Health juga akan terintegrasi dengan data pribadi dari aplikasi kesehatan seperti Apple Health, Function, dan MyFitnessPal. OpenAI menegaskan bahwa percakapan di ruang kesehatan ini tidak akan digunakan untuk melatih model AI mereka.

CEO Aplikasi OpenAI, Fidji Simo, menyatakan bahwa kehadiran ChatGPT Health merupakan respons terhadap berbagai tantangan dalam sistem layanan kesehatan global.

Baca Juga:
OpenAI Jadi Pemungut Pajak Digital, Pelanggan ChatGPT Dikenakan PPN

“Kami melihat ChatGPT Health sebagai jawaban atas masalah seperti biaya layanan kesehatan yang tinggi, keterbatasan akses, beban kerja tenaga medis, serta kurangnya kesinambungan perawatan,” tulis Simo dalam unggahan blog resmi OpenAI.

Meski demikian, OpenAI mengakui penggunaan chatbot AI dalam konteks kesehatan juga membawa risiko. Model bahasa besar seperti ChatGPT bekerja dengan memprediksi jawaban paling mungkin, bukan memastikan kebenaran medis, serta berpotensi menghasilkan informasi keliru atau halusinasi.

Dalam ketentuan layanannya, OpenAI menegaskan bahwa ChatGPT Health tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau pengobatan kondisi medis apa pun.

Fitur ChatGPT Health akan dijadwalkan mulai tersedia bagi pengguna dalam beberapa minggu mendatang. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tak Takut Kena Cancel Culture, Inara Rusli Tetap Taati Insanul Fahmi Sebagai Suami
• 16 jam laluinsertlive.com
thumb
Mobil Pecah Ban di Jalur Contraflow Tol Dalam Kota, Polisi Turun Membantu
• 6 jam laludetik.com
thumb
Tujuh medali SEA Games 2025 bawa Martina terima bonus Rp3,4 miliar
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
China tetap dukung PBB meski AS mundur dari puluhan badan multilateral
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Pengemudi Ojol Dibegal di Kaliabang Bekasi, Motor Raib dan Tangan Terluka
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.