Jakarta: Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, mengajak seluruh umat menyebarkan perdamaian dan membangun persaudaraan. Hal ini, ia sampaikan mengutip pernyataan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia pada September 2025.
Gusma bersama ribuan umat Katolik dari berbagai negara menghadiri perayaan Penutupan Tahun Yubelium Tahun Pengharapan 2025 di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada Selasa kemarin. Selain itu, ia berdoa di makam Paus Fransiskus dan teringat pesannya untuk umat saat masih hidup.
"Saya teringat pertemuan kami bersama para pemuda lintas iman dalam deklarasi Jakarta–Vatikan pada Agustus 2024, yang kemudian berlanjut saat kunjungan Paus ke Indonesia pada September 2024. Pesan beliau selalu konsisten: sebarkan perdamaian, bangun persaudaraan, dan rawat kemanusiaan,” kata Gusma dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari 2026.
Baca Juga :Teladan Sang Kardinal
Gusma mengatakan perayaan dilanjutkan dengan Misa Epifani (Penampakan Tuhan) yang diikuti sekitar 5.800 umat, termasuk anggota Korps Diplomatik yang terakreditasi di Takhta Suci Vatikan. Ia bersyukur bisa menghadiri langsung momen penutupan Porta Santa di Vatikan.
"Ini sungguh waktu yang indah dan penuh makna, bisa berkumpul dan berdoa bersama umat Katolik dari seluruh dunia,” ujar Gusma.
Usai mengikuti perayaan Ekaristi, Gusma mengajak seluruh umat Katolik, khususnya di Indonesia, untuk terus melanjutkan semangat ziarah, doa, dan pertobatan, meskipun secara resmi Tahun Yubelium telah berakhir. Menurutnya, meski Porta Santa telah ditutup, semangat Tahun Yubelium tidak boleh berhenti.
"Saya berharap umat Katolik tetap rajin berdoa, setia dalam peziarahan iman, dan terus memohon kebaikan bagi dunia serta bangsa Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo dalam khotbahnya beberapa hari lalu, mengajak umat terus menabur benih-benih pengharapan dan kebaikan meski Tahun Yubelium berakhir.
Paus Leo XIV. Foto: Istimewa
"Semoga peziarahan kita sepanjang tahun suci memperdalam iman kita dan mendorong kita semua untuk terus menjadi peziarah dan penabur-penabur pengharapan, meski tahun suci sudah berakhir kita terus diharapkan menjadi peziarah dan penabur harapan yang semakin giat," kata Suharyo dalam khotbahnya.
Tahun Yubelium 2025 yang berlangsung lebih dari satu tahun telah menjadi magnet rohani bagi jutaan peziarah dari seluruh dunia. Selain Basilika Santo Petrus, tiga basilika utama lainnya di Roma menjadi pusat ziarah, yakni Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Basilika Santo Yohanes Lateran, dan Basilika Santa Maria Maggiore.
Di keempat basilika tersebut, setiap hari sejak pagi hingga senja, lantunan doa dan nyanyian terdengar dalam berbagai bahasa, mulai dari Inggris, Prancis, Spanyol, Jepang, Tiongkok, Korea, Filipina, Portugis, hingga Indonesia. Hal itu diyakini menjadi tanda nyata wajah Gereja yang universal, beragam, namun tetap satu dalam iman dan harapan.


