JD Vance Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) menegaskan, operasi militer yang dilancarkan Washington di Venezuela bertujuan memutus aliran pendanaan narkoterorisme sekaligus memberi AS kontrol lebih besar atas sumber daya energi global.
JD Vance mengatakan, kebijakan pemerintah Venezuela sebelumnya telah memungkinkan akses energi murah bagi pesaing luar negeri dan pendapatan dari minyak tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan yang dianggap mengancam keamanan AS.
“Siapa pun pemimpin negara itu nantinya, dia harus mau bekerja sama dengan Amerika Serikat,” ujarnya dilansir dari Antara, Rabu (7/1/2026).
JD Vance menekankan bahwa kebijakan Venezuela sebelumnya telah memungkinkan para pesaing asing mendapatkan akses ke energi murah, sementara pendapatan dari penjualan energi tersebut digunakan untuk mendanai aktivitas yang mengancam AS.
Donald Trump Presiden AS pada 3 Januari mengatakan bahwa operasi militer tersebut menghasilkan penangkapan Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan istrinya, Cilia Flores.
Trump juga berjanji untuk memperkuat kendali Amerika atas Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan pengerahan pasukan AS jika diperlukan.
“Apa yang dilakukan presiden, dan berkat kerja seluruh tim, adalah memutus aliran uang dari energi kepada para narkoteroris, yang pada akhirnya tentu saja akan mengurangi jumlah narkoterorisme yang masuk ke Amerika Serikat,” ucap JD Vance.
Ia menambahkan, operasi militer tersebut diperkirakan akan menurunkan harga bensin dan energi bagi warga Amerika sekaligus menyelamatkan nyawa.
“Saya pikir ini akan menyelamatkan nyawa. Ini akan berarti harga bensin dan energi yang lebih murah bagi warga Amerika,” sebutnya.
JD Vance menekankan bahwa yang paling penting operasi militer memungkinkan Amerika Serikat memiliki kendali yang lebih besar atas sumber daya energi yang ada di dunia.
“Yang memungkinkan kita, tentu saja, mencapai hasil ekonomi yang lebih baik bagi rakyat kita, serta menggunakan sumber daya energi tersebut sebagai alat tawar untuk mewujudkan perdamaian dan kemakmuran yang lebih besar,” tambahnya.
JD Vance turut menyebut operasi tersebut sebagai “sangat penting” dan memuji pelaksanaannya sebagai “sempurna.” (ant/saf/ipg)



