JAKARTA, DISWAY.ID - Aliansi buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada Kamis, 8 Januari 2026.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeklaim jika aksi demonstrasi buruh di sekitaran kawasan Monas, Jakarta Pusat tersebut bukan untuk menolak ketetapan UMP DKI 2026.
"Sebenarnya yang didemo kan bukan UMP-nya Jakarta, UMP daerah lain, tetapi dilaksanakan di Jakarta," kata Pramono di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Januari 2026.
BACA JUGA:Kepala Polisi Minianapolis Bantah Pernyataan Trump Atas Penembakan Renee Nicole Good: Dia Satu-satunya Korban
Pramono pun mempersilahkan buruh menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta karena hal itu bagian dari demokrasi.
Kendati demikian, politisi PDI Perjuangan tersebut meminta aliansi buruh agar berunjuk rasa secara damai, tidak anakis.
"Namanya demo itu kan hak demokrasi, dan siapa saja boleh melakukan itu tetapi tentunya dengan izin. Dan untuk itu yang paling penting demonya baik-baik saja itu aja," tegas Pramono.
BACA JUGA:Pembersihan Lumpur di 52 Fasilitas Umum Aceh Tamiang Capai 60 Persen, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Adapun Pramono telah resmi mengumumkan kenaikan UMP DKI Jakarta 2026 sebesar 6,17 persen atau Rp333.115.
Sehingga jika ditotal besaran upah minimum tahun 2026 yang diterima buruh di Jakarta, yakni sebesar Rp5,7 juta.
Dalam menaikan UMP ini Pramono mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 dengan metode alfa 0,5-0,9.
Dari alfa yang ditentukan dalam PP tersebut, Pramono mengambil angka tengah dengan indeks 0,75.
BACA JUGA:Kurang Puas Obok-Obok Venezuela, Trump Juga Mau Caplok Greenland
"Alfanya diputuskan 0,75 itu kesepakatan bersama," ujar Mas Pram sapaan akrab Pramono.
Sebelumnya Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal mengatakan demonstrasi ini akan digelar di depan Istana Negara Jakarta pukul 10.30 WIB.
- 1
- 2
- »





