Fadli Zon: Presiden Prabowo Kedepankan Demokrasi

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta

Kepemimpinan kuat dinilai sebagai upaya mempercepat kesejahteraan rakyat di tengah tantangan global

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan pernyataan tegas terkait gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang belakangan dikaitkan dengan  kebangkitan militerisme. Ia menegaskan bahwa karakter kepemimpinan yang kuat (strong leadership) yang ditunjukkan Presiden adalah kebutuhan bangsa di tengah gejolak global, bukan bentuk otoritarianisme.

Dalam keterangannya kepada media pada Rabu 7 Januari 2026 , Fadli menekankan bahwa perjalanan politik Prabowo selama lebih dari tiga dekade adalah bukti nyata komitmen sang Presiden terhadap sistem demokrasi.

“Pak Prabowo memilih jalan demokrasi, masuk partai politik, membangun partai, ikut kontestasi politik, kalah dan menang. Itu dilakukan berpuluh tahun, jalan yang beradab,” kata Fadli kepada wartawan, dikutip Rabu.

Presiden Prabowo Dinilai Fokus pada Kesejahteraan Rakyat

Fadli Zon mengaku mengenal Prabowo lebih dari tiga dekade dan menyaksikan langsung perjalanan politiknya. Menurutnya, hal utama yang selalu dipikirkan Prabowo adalah kesejahteraan rakyat.

“Saya menjadi salah satu saksi perjalanan itu sejak lebih dari 30 tahun. Yang dipikirkannya hanya kesejahteraan dan kebaikan bagi rakyat, dan harus cepat terealisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa situasi, Presiden Prabowo kerap mengambil langkah tegas untuk memangkas proses birokrasi yang dinilai terlalu panjang.

Kepemimpinan Kuat Bukan Militerisme

Fadli menegaskan bahwa kepemimpinan kuat yang diterapkan Prabowo tidak bisa disamakan dengan militerisme ataupun kediktatoran. Menurutnya, Indonesia justru membutuhkan pemimpin dengan karakter kuat di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Beruntung kita punya kepemimpinan yang kuat di saat dunia sedang bergejolak. Strong leadership bukan berarti militerisme, apalagi dictatorship,” tegasnya.

Isu Militerisme Disinggung Presiden Prabowo di Natal Nasional

Isu terkait tudingan militerisme sebelumnya disinggung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut adanya pihak-pihak yang menuding dirinya ingin menghidupkan kembali militerisme.

Presiden Prabowo Tegaskan Terbuka terhadap Kritik

Presiden Prabowo menyatakan dirinya terbuka terhadap kritik dan justru bersyukur jika diingatkan. Ia mencontohkan pengalaman pribadi saat ditegur ajudan karena berpakaian kurang rapi.

Meski sempat merasa kesal, Presiden Prabowo mengaku menyadari pentingnya kritik tersebut. Ia pun menanggapi tudingan militerisme dengan meminta kajian hukum.

“Saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Wah, baru saya koreksi, apa benar? Kita panggil ahli hukum, mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” ujar Prabowo.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Perubahan Drastis Jule usai Cerai dari Na Daehoon, Lepas Hijab hingga Pakai Tanktop
• 2 jam laluinsertlive.com
thumb
Menikmati Kekayaan Kuliner Lintas Daerah Indonesia di Wyndham Culinary Journey
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Terharu Rakyat Indonesia Bahagia, Negara Lain Bingung
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Menguji Legalitas Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Istri Direktur Penyidikan KPK Resmi Jabat Kapolres Metro Bekasi
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.