Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melapor kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa target lifting minyak sebesar 605.000 barel per hari (bph) pada 2025 telah tercapai.
Hal itu Bahlil sampaikan kepada kepala negara dalam acara Retret Kabinet Awal Tahun, di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, saat retret dilakukan, Prabowo meminta Bahlil menyampaikan laporan produksi minyak. Selain itu, Bahlil juga menyampaikan target lifting minyak yang meningkat pada 2026.
"Menteri ESDM melaporkan keberhasilan kita mencapai target lifting minyak sesuai target di APBN sebesar 605.000 barel per hari," ucap Prasetyo dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring.
Prasetyo juga menyebut, Bahlil melapor kepada Prabowo bahwa target lifting minyak 2026 ditetapkan sebesar 610.000 bph. Angka ini meningkat dibanding target 2025.
Prasetyo mengatakan bahwa dengan sejumlah strategi, pemerintah optimistis target lifting minyak 2026 bakal tercapai. Oleh karena itu, Prabowo juga meminta Bahlil segera melakukan lelang 75 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) mulai Februari 2026.
"Kita harap dengan beberapa strategi, termasuk eksplorasi dan penemuan 75 blok minyak baru kita harapkan bulan depan sudah bisa dilelang untuk menambah produksi minyak kita," kata Prasetyo.
Baca Juga
- Ladang Migas RI Mayoritas Tua, Target Lifting Minyak 2026 Diprediksi Sulit Dicapai
- Kejar Lifting Minyak 610.000 Barel, ESDM Geber EOR hingga Reaktivasi Sumur Idle
- Bahlil Pede Lifting Minyak 2025 Lampaui Target APBN, Ini Strateginya
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman optimistis prospek sektor hulu migas tetap cerah pada 2026. Dia bahkan percaya diri target lifting minyak sebesar 610.000 bph pada tahun ini bisa tercapai.
"Saya cuma bisa komentar satu, tahun depan 610.000 barel per hari. Jadi kita semuanya mengarah ke situ bagaimana kita upayakan. Bila perlu kita bisa lebih bagus," ucap Laode di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (9/12/2025).
Dia memaparkan, untuk mencapai target tersebut pihaknya memiliki sejumlah strategi. Menurutnya, strategi itu masih sama dengan yang diterapkan pada 2025.
Laode mengatakan, strategi utama difokuskan pada transformasi sumber daya menjadi produksi melalui penerapan full scale enhanced oil recovery (EOR) dan teknologi waterflood (WF).
Di samping itu, Indonesia memiliki potensi 44.000 sumur migas. Namun, sumur yang berfungsi sebanyak 16.000 sumur tua dan sumur idle 16.000-18.000 sumur.
Pemerintah, kata dia, juga tengah melakukan pendalaman untuk meningkatkan lifting minyak dari sumur-sumur yang potensial. Terlebih, pemerintah juga mendorong baseline 301 sumur minyak yang telah selesai eksplorasi, tetapi belum menerbitkan rencana pengembangan atau plan of development (PoD).
"Strateginya kan kita sudah berhasil tahun ini, kan [lifting] sudah naik nih. Berarti strategi ini kita pertahankan," tutur Laode.




