MERAHPUTIH.COM - DINAS Bina Marga DKI Jakarta akan memulai pelaksanaan pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu pekan depan. Pembongkaran ditargetkan berlangsung selama 98 hari dengan estimasi satu tiang dibongkar setiap hari kerja. Dinas Bina Marga DKI mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai hampir dua dekade tersebut
Namun, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengaku belum pernah menerima agenda ataupun pembahasan dari eksekutif terkait dengan rencana pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai di Ibu Kota. Politikus Gerindra ini mengungkapkan, sejauh ini Komisi D DPRD DKI belum pernah juga membahas perihal pembongkaran monorel yang mangkrak selama hampir dua dekade itu.
"Soal pembongkaran tiang monorel, sejauh ini, kami di Komisi D belum ada pembahasan sama sekali," kata Ali saat dihubungi awak media, Selasa (7/1).
Ia juga menyatakan belum mengetahui rencana penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI untuk pembongkaran tersebut. Menurutnya, tidak ada penjelasan yang diterima Komisi D terkait sumber pendanaan, termasuk besaran anggaran yang disebut-sebut mencapai ratusan miliar rupiah. "Terkait dengan pembongkaran menggunakan dana dari APBD, saya juga belum tahu, sebab sampai sejauh ini belum ada informasi. Begitu juga dengan jumlahnya," ucapnya.
Baca juga:
Dinas Bina Marga DKI Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dilakukan Malam Hari
Ia menekankan, hingga saat ini, Komisi D DPRD DKI tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi, termasuk pembahasan dalam rapat, mengenai rencana penggunaan dana APBD sekitar Rp 100 miliar untuk membongkar tiang monorel.
"Intinya, kami di Komisi D tidak pernah mendapatkan informasi sejauh ini," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Pemprov DKI Siap Sulap Tiang Monorel di Rasuna Said Jadi Trotoar Estetik, Dikerjakan Mulai Pekan Depan





