JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksamana Madya TNI Irvansyah mengungkapkan, Bakamla RI membutuhkan lebih dari 200 kapal hingga 2045 untuk menjaga keamanan laut.
“Kita sudah menyusun posturnya Bakamla RI sampai 2045. Jadi kita sekitar butuh 200-an, 274 kapal. Sekarang sudah punya 10,” kata Irvansyah saat ditemui di Taman Proklamator, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
Irvansyah tidak memungkiri bahwa jumlah personel maupun armada yang dimiliki Bakamla masih jauh dari kebutuhan.
Baca juga: Kepala Bakamla Ungkap Jumlah Personel dan Armada Jomplang Dibanding Filipina
Ia membandingkan jumlah personel Bakamla RI dengan Philippine Coast Guard (PCG) Filipina, yang sama-sama berasal dari negara kepulauan.
“Mereka personelnya sekitar 30.500-an orang. Sementara Bakamla ini 1.500 saja belum. Jadi perbandingannya sangat jomplang jauh,” ungkap Irvansyah.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=kapal patroli, Bakamla RI, kapal bakamla, kapal patroli bakamla, jumlah kapal bakamla&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8xMjE4NDI2MS9iYWthbWxhLWJ1dHVoLTI3NC1rYXBhbC1oaW5nZ2EtMjA0NS1zYWF0LWluaS1hZGEtMTAta2FwYWw=&q=Bakamla Butuh 274 Kapal hingga 2045, Saat Ini Ada 10 Kapal§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Dari segi kapal patroli, Irvansyah menyebut PGC memiliki sekitar 300 kapal patroli, sementara Bakamla RI baru memiliki 10 unit.
Baca juga: Bakamla Minta Tambahan Anggaran Rp 5,6 Triliun untuk Beli Armada hingga Bangun Titik Pantau
Di sisi lain, Irvansyah menyampaikan, Bakamla RI tengah membangun National Maritime Surveillance System (NMSS), sistem pemantauan laut terpadu yang mendukung penegakan hukum, keselamatan, dan keamanan di laut.
Pembangunan NMSS mencakup sekitar 35 stasiun yang terdiri atas stasiun pengamatan dan stasiun peringatan dini, serta empat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal).
Bakamla membagi wilayah operasional ke dalam tiga zona, yakni Zona Barat di Batam, Zona Tengah di Manado, dan Zona Timur di Ambon, yang masing-masing dilengkapi Puskodal.
Baca juga: Bakamla Bakal Latihan Bersama Malaysia-Singapura untuk Perkuat Keamanan Laut
Selain itu, Bakamla juga menyiapkan Puskodal Pusat atau National Command Center di Mabes Bakamla, sehingga total terdapat empat Puskodal.
“Mudah-mudahan tahun 2027 juga selesai juga. Insya Allah tahun depan atau tahun ini mungkin, mudah-mudahan kita kejar segera selesai. Karena ancaman di laut juga tidak bisa menunggu,” kata Irvansyah.
Menurut rencana, Puskodal Bakamla akan terintegrasi dengan 17 kementerian dan lembaga.
Integrasi tersebut diwujudkan melalui pertukaran informasi rutin dalam daily briefing yang digelar setiap pagi hari.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5464950/original/002972700_1767755599-Depositphotos_616308288_L.jpg)