FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Founder Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio memberi komentar soal ribut-ribut Pilkada.
Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa itu punya pandangan pribadi soal polemik ini.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, ia tidak sepakat dengan Pilkada yang diserahkan ke DPRD untuk hak pilihnya.
Hensa menyebut rakyat punya wewenang untuk menentukan siapa pemimpinnya ke depan.
“Biarkanlah Rakyat memilih pemimpinnya,” tulisnya dikutip Rabu (7/1/2025).
Soal Pilkada yang diserahkan kepada DPRD untuk memilih pemimpinnya, ia memberi gambaran lain.
Hensa memberikan gambaran kec soal Ketua Kelas yang bahkan dipilih oleh warga kelas bukan dipilih langsung oleh wali kelas.
“Ketua Kelas aja dipilih warga kelas bukan ditentuin sama wali kelas,” sebutnya.
“apalagi Provinsi, Kabupaten atau Kota #Hensa,” tuturnya.
Sebelumnya, Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mengemuka.
Ini tentunya jadi perbicangan hangat dalam perbincangan politik nasional.
Gagasan ini mencuat di tengah evaluasi terhadap pilkada langsung yang dinilai menelan biaya besar dan rawan praktik politik uang.
Terbaru, ada Partai Demokrat disebut memberikan dukungannya ke Pilkada lewat DPRD.
Menyusul beberapa partai koalisi yang sebelumnya sudah memberikan dukungan untuk wacana ini.
(Erfyansyah/fajar)




