Pantau - Pemerintah telah merealisasikan pembayaran subsidi sebesar Rp281,6 triliun sepanjang tahun 2025, mencakup subsidi energi dan nonenergi, dengan peningkatan volume penyaluran dibandingkan tahun sebelumnya.
Subsidi Energi Naik, BBM dan Listrik Jangkau Lebih Banyak MasyarakatRealisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) mencapai 18,98 juta kiloliter, tumbuh 4,7 persen dari tahun 2024 yang sebesar 18,12 juta kiloliter.
Penyaluran LPG 3 kilogram tercatat sebesar 8,54 juta ton atau naik 3,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 8,23 juta ton.
Subsidi listrik berhasil menjangkau 42,8 juta pelanggan, meningkat 2,6 persen dari capaian tahun sebelumnya sebesar 41,7 juta pelanggan.
"Semua volume barang bersubsidi di tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun 2024," ungkap perwakilan Kementerian Keuangan.
Kementerian Keuangan menambahkan bahwa peningkatan alokasi subsidi energi sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah.
Pupuk dan Perumahan Nonenergi Diperluas, Regulasi DipangkasSubsidi nonenergi juga mengalami peningkatan signifikan, terutama untuk pupuk dan perumahan rakyat.
Penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 8,1 juta ton, naik 12,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 7,2 juta ton.
Kementerian Keuangan menyebut bahwa percepatan penyaluran pupuk bersubsidi didorong oleh pemangkasan 145 regulasi.
Selain itu, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi juga mengalami penurunan, sehingga lebih terjangkau bagi petani.
Subsidi perumahan berhasil menjangkau 278,9 ribu unit rumah, tumbuh signifikan sebesar 39,5 persen dari tahun 2024 yang hanya 200 ribu unit.
"Ini adalah bentuk keberpihakan kita, memastikan bahwa APBN memenuhi kebutuhan masyarakat," ia mengungkapkan.
Realisasi APBN 2025: Defisit Terjaga, Belanja Negara Terserap 95,3 PersenAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencatat defisit sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Desember 2025.
Pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar Rp3.005,1 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari pagu anggaran sebesar Rp3.621,3 triliun.
Belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari target Rp2.701,4 triliun.
Belanja kementerian dan lembaga (K/L) bahkan melampaui target, dengan realisasi sebesar Rp1.500,4 triliun atau 129,3 persen dari pagu Rp1.160,1 triliun.
Di sisi lain, belanja non-K/L tercatat sebesar Rp1.102 triliun atau hanya 71,5 persen dari target Rp1.541,4 triliun.
Transfer ke daerah (TKD) juga berjalan baik dengan realisasi Rp849 triliun atau 92,3 persen dari target Rp919,9 triliun.



