Jakarta (ANTARA) - Seorang balita inisial AC (3) terjatuh dari lantai dua rumah saat orang tuanya menjemput sang kakak di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Ibunya lagi jemput sekolah kakaknya di SD Rawa Bunga. Jadi tidak berada di rumah, lalu anak itu naik ke atas, lalu kepeleset jatuh," kata Ketua RT 08/RW 06 Rawa Bunga, Firmansyah (50).
Dia saat ditemui di tempat kejadian perkara di Jalan Swadaya IV, Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu, menyebutkan, warga panik setelah melihat balita tersebut terpeleset dan jatuh dari lantai atas rumah.
"Kronologinya anak itu naik ke atas, lalu kepeleset jatuh. Warga teriak memanggil saya, 'Pak RT ada yang jatuh'. Saya langsung ke lokasi dan membawa anak itu ke klinik untuk pertolongan pertama," katanya.
Karena khawatir dengan kondisi anak-anak di rumah tersebut, warga sempat membuka jendela rumah yang tidak terkunci.
"Warga buka pintu, terus jendela karena cemas. Tujuannya memastikan anak-anak aman, terus ada anaknya yang paling kecil GKI (2)," katanya.
Baca juga: Balita terjatuh dari rusunawa
Selain itu, Firmansyah menyebutkan, orang tua balita tersebut tidak berbaur dengan tetangga lainnya.
"Kadang-kadang tidak ada basa-basi sama tetangga. Kan kita di sini warga banyak. Tidak pernah gaul, sama warga maksudnya cuek saja. Jadi memang suka meninggalkan (anak)," katanya.
Warga menyebutkan kebiasaan meninggalkan anak di rumah tanpa pengawasan bukan pertama kali terjadi. "Kalau kerja juga sering ditinggal. Dan memang orang tuanya jarang komunikasi sama tetangga," ujarnya.
Dari informasi warga, balita tersebut terkadang diasuh oleh kakaknya yang lebih besar, yakni PI (8), termasuk memberi makan.
"Yang paling gede anaknya suka menyuapi adiknya. Jadi dititip ke kakaknya," ujar Firmansyah.
Peristiwa ini memicu keprihatinan warga. Firmansyah berharap orang tua lebih berhati-hati meninggalkan anak, terlebih yang masih balita "Apalagi rumah bertingkat, risikonya besar. Anak kecil jangan ditinggal sendirian," katanya.
Baca juga: Balita Jatuh Dari Lantai 4 Rusun Tanah Abang
Sebelumnya, video tersebut viral diunggah oleh akun Instagram @info.jakartatimurr. Terlihat sejumlah warga berupaya membuka jendela rumah karena melihat dua balita berada di dalam rumah dalam kondisi terkunci.
Dalam narasi video disebutkan dua anak berada di dalam rumah tanpa pengawasan orang dewasa.
Salah satu anak sempat melompat-lompat sebelum terjatuh dan mengalami luka. Warga sempat berusaha membuka pintu rumah, namun pintu dalam keadaan terkunci.
Mereka kemudian membuka jendela untuk mengevakuasi anak berusia tiga tahun yang terluka dan harus mendapat beberapa jahitan di bagian dagu.
"Adiknya yang berusia 1 tahun segera diamankan dan dititipkan sementara di rumah salah satu warga. Adapun salah satu kakak dari mereka berdua sedang tidak ada dirumah, sedang sekolah," tulis keterangan akun Instagram @info.jakartatimurr.
"Ibunya lagi jemput sekolah kakaknya di SD Rawa Bunga. Jadi tidak berada di rumah, lalu anak itu naik ke atas, lalu kepeleset jatuh," kata Ketua RT 08/RW 06 Rawa Bunga, Firmansyah (50).
Dia saat ditemui di tempat kejadian perkara di Jalan Swadaya IV, Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu, menyebutkan, warga panik setelah melihat balita tersebut terpeleset dan jatuh dari lantai atas rumah.
"Kronologinya anak itu naik ke atas, lalu kepeleset jatuh. Warga teriak memanggil saya, 'Pak RT ada yang jatuh'. Saya langsung ke lokasi dan membawa anak itu ke klinik untuk pertolongan pertama," katanya.
Karena khawatir dengan kondisi anak-anak di rumah tersebut, warga sempat membuka jendela rumah yang tidak terkunci.
"Warga buka pintu, terus jendela karena cemas. Tujuannya memastikan anak-anak aman, terus ada anaknya yang paling kecil GKI (2)," katanya.
Baca juga: Balita terjatuh dari rusunawa
Selain itu, Firmansyah menyebutkan, orang tua balita tersebut tidak berbaur dengan tetangga lainnya.
"Kadang-kadang tidak ada basa-basi sama tetangga. Kan kita di sini warga banyak. Tidak pernah gaul, sama warga maksudnya cuek saja. Jadi memang suka meninggalkan (anak)," katanya.
Warga menyebutkan kebiasaan meninggalkan anak di rumah tanpa pengawasan bukan pertama kali terjadi. "Kalau kerja juga sering ditinggal. Dan memang orang tuanya jarang komunikasi sama tetangga," ujarnya.
Dari informasi warga, balita tersebut terkadang diasuh oleh kakaknya yang lebih besar, yakni PI (8), termasuk memberi makan.
"Yang paling gede anaknya suka menyuapi adiknya. Jadi dititip ke kakaknya," ujar Firmansyah.
Peristiwa ini memicu keprihatinan warga. Firmansyah berharap orang tua lebih berhati-hati meninggalkan anak, terlebih yang masih balita "Apalagi rumah bertingkat, risikonya besar. Anak kecil jangan ditinggal sendirian," katanya.
Baca juga: Balita Jatuh Dari Lantai 4 Rusun Tanah Abang
Sebelumnya, video tersebut viral diunggah oleh akun Instagram @info.jakartatimurr. Terlihat sejumlah warga berupaya membuka jendela rumah karena melihat dua balita berada di dalam rumah dalam kondisi terkunci.
Dalam narasi video disebutkan dua anak berada di dalam rumah tanpa pengawasan orang dewasa.
Salah satu anak sempat melompat-lompat sebelum terjatuh dan mengalami luka. Warga sempat berusaha membuka pintu rumah, namun pintu dalam keadaan terkunci.
Mereka kemudian membuka jendela untuk mengevakuasi anak berusia tiga tahun yang terluka dan harus mendapat beberapa jahitan di bagian dagu.
"Adiknya yang berusia 1 tahun segera diamankan dan dititipkan sementara di rumah salah satu warga. Adapun salah satu kakak dari mereka berdua sedang tidak ada dirumah, sedang sekolah," tulis keterangan akun Instagram @info.jakartatimurr.





