Pemprov DKI Jakarta akan mencabut tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said. Nantinya, jalan ini akan ditata ulang dan dibuat seragam seperti sisi baratnya setelah pencabutan usai.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyebut penataan mencakup penghilangan pemisah jalur cepat dan lambat, perapihan badan jalan, hingga penataan trotoar.
“Sama dengan sisi barat-nya. Rasuna Said sisi barat kan sudah selesai tuh, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel,” kata Heru saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).
“Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” lanjutnya.
Heru menjelaskan, setelah pembongkaran, pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan agar kondisi jalan menyatu seperti di sisi barat Rasuna Said.
“Nantinya hilang [pemisahnya]. Sama seperti di sisi barat-nya,” kata Heru.
Ia menambahkan, bekas jalur monorel akan ditata ulang sehingga jumlah jalur menjadi lebih efisien.
“Kalau tiangnya kita bongkar, kita kembalikan ke Adhi Karya. Nah, jalannya yang bekasnya ada monorel itu kita hilangkan, jadi nyatu. Nah, jalur lambat yang tadinya ada dua, tinggal satu,” jelas Heru.
“Jadi kita akan nata jalannya sama seperti Rasuna Said sisi barat. Di mana ada satu jalur busway, tiga jalur reguler. Nah, sisi timur akan kita buat sama seperti itu. Jadi kalau mau lihat jadinya seperti apa, lihat ke jalan di sebelahnya,” sambung dia.
Proses pembongkaran dipercepat atas permintaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pembongkaran akan dilakukan mulai pekan depan, dengan rencana awal pada hari Rabu.
“Iya, jadi rencana minggu depan kita akan mulai. InsyaAllah hari Rabu, kalau nggak berubah,” katanya.
Menurut Heru, percepatan pembongkaran dilakukan karena seluruh persyaratan sudah dipenuhi dan pihaknya siap mengeksekusi penataan kawasan tersebut.
“Oh, kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu, ya kita jalankan hari Rabu. Karena kan sudah dipenuhi semua aturannya. Jadi ya kita akan lakukan pembongkaran dan kita akan tata Jalan Rasuna Said,” tutur Heru.
Telan Anggaran Rp 100 miliarDari sisi anggaran, Heru menyebut pembongkaran 98 tiang monorel menjadi satu paket dengan penataan jalan dan trotoar di Rasuna Said sepanjang 3,5 kilometer.
Total anggaran sekitar Rp 100 miliar yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.
“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 [Miliar],” ungkapnya.
Sebelumnya, Pramono Anung menegaskan kembali komitmennya untuk membereskan tiang monorel di Jakarta. Tiang-tiang yang berdiri di jalan Rasuna Said itu, kata Pramono akan dibereskan pekan ketiga bulan ini.
“Minggu ketiga (Januari) mulai,” kata Pramono, usai menghadiri acara peluncuran kartu Visa Bank Jakarta di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/1).
Pramono menjelaskan, pembongkaran itu akan dilakukan sendiri oleh Pemprov DKI Jakarta. Sebab, ia telah memberi ultimatum kepada PT Adhi Karya, yang bertanggung jawab pada tiang-tiang tersebut.





