Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Karawang
Pemerintah menegaskan keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional seiring meningkatnya produksi pertanian dan membaiknya tata kelola sektor pangan. Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah di bawah arahan Presiden RI.
Dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026), Mentan menyampaikan bahwa produksi pangan nasional mengalami peningkatan signifikan berkat penguatan regulasi, hilirisasi, dan dukungan lintas sektor.
“Kami tidak bekerja sendiri. Ini kerja tim. Kalau sendirian, mustahil capaian ini bisa diraih,” ujar Mentan dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Rabu (7/1/2026).
Ia mengungkapkan, ekspor pertanian Indonesia meningkat 33 persen dengan nilai mencapai Rp629 triliun, sementara impor turun sekitar Rp321 triliun. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sektor pertanian sebesar Rp40 triliun, tertinggi sepanjang sejarah, yang memberikan dampak ekonomi ratusan triliun rupiah.
Selain itu, stok beras nasional tercatat aman di angka 3,2 juta ton hingga akhir tahun. Dengan kondisi tersebut, Indonesia disebut siap melakukan ekspor beras untuk pertama kalinya dalam sejarah modern.
“Kalau Bulog menyerap dengan baik, kita tidak hanya swasembada, tapi siap ekspor. Ini sejarah baru bagi Indonesia,” katanya.
Mentan juga menyoroti keberhasilan kebijakan pupuk yang mampu menurunkan harga hingga 20 persen dan meningkatkan volume distribusi secara signifikan, sehingga mendorong produktivitas petani di berbagai daerah.
Menutup pernyataannya, Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani Indonesia yang dinilainya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
“Swasembada pangan adalah kerja bersama seluruh elemen bangsa demi kemandirian dan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
Editor: Redaksi TVRINews



