Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendorong kestabilan ekosistem hutan dengan mendukung kegiatan pertukaran satwa antar lembaga konservasi. Langkah ini diasosiasikan sebagai upaya menjaga keragaman genetik satwa.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menekankan pentingnya pertukaran satwa guna meminimalisir adanya perkawinan sedarah (inbreeding) dan meningkatkan keberlanjutan populasi.
Advertisement
"Satwa di lembaga konservasi adalah barang milik negara yang harus dikelola bersama untuk kepentingan keberlanjutan dan peningkatan populasi," terang Raja, melansir Antara, Rabu (7/1/2026).
Menhut Raja Juli telah melakukan pertemuan dengan beberapa pemegang kebijakan seperti Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, serta Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan dan tim untuk membahas hal ini.
Ia menekankan pentingnya pusat data nasional (database) satwa di seluruh lembaga konservasi untuk mengetahui jumlah individu dan kebutuhan masing-masing lembaga.
Langkah ini dilakukan agar pertukaran satwa dapat terlaksana secara teratur dan terencana melalui mekanisme antar lembaga.
Selain itu, adanya database ini berfungsi untuk menekan jumlah angka perkawinan sedarah serta penurunan keanekaragaman genetik.
"Dengan data yang terintegrasi, kita bisa tahu lembaga mana yang surplus dan mana yang membutuhkan fresh blood," kata Raja Juli.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5264330/original/034724000_1750844489-IMG-20250625-WA0011.jpg)