Jakarta: Anggapan bahwa minum air dingin atau es dapat langsung menyebabkan batuk masih banyak dipercaya masyarakat. Namun secara medis, batuk tidak serta-merta disebabkan oleh suhu minuman yang dikonsumsi.
Benarkah Minum Es Bisa Menyebabkan Batuk?Batuk pada umumnya terjadi akibat infeksi virus atau bakteri, alergi, paparan polusi, asap rokok, atau iritasi pada saluran pernapasan. Air dingin sendiri tidak mengandung kuman penyebab batuk dan tidak secara langsung menimbulkan infeksi.
Baca Juga :
Meski demikian, pada sebagian orang, air dingin memang dapat memicu refleks batuk sementara. Hal ini terjadi karena suhu dingin dapat membuat saluran napas sedikit menyempit dan meningkatkan sensitivitas tenggorokan, sehingga memicu respons batuk singkat.
Efek ini lebih mungkin dirasakan oleh individu dengan kondisi tertentu, seperti:
- radang tenggorokan,
- asma,
- sinusitis,
- atau daya tahan tubuh yang sedang menurun.
Dalam kondisi tubuh tidak fit, minum es dapat memperparah rasa tidak nyaman di tenggorokan, meski tetap bukan penyebab utama batuk itu sendiri.
Faktor yang sering kali luput diperhatikan adalah kebersihan lingkungan dan imunitas tubuh. Kuman penyebab batuk lebih sering berasal dari tangan yang tidak bersih, udara tercemar, atau kontak dengan orang sakit, bukan dari air dingin.
Dengan demikian, minum es tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab utama batuk. Namun, pada orang yang sensitif atau sedang kurang sehat, air dingin bisa menjadi pemicu sementara munculnya gejala.
Selama tubuh dalam kondisi sehat, kebersihan terjaga, dan konsumsi tidak berlebihan, minum air dingin pada dasarnya aman. Jika batuk sering muncul setelah minum es, hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang membutuhkan perhatian dan pemulihan lebih lanjut.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)



