Kawal Suara Rakyat, 8 Parpol Nonparlemen Bentuk Sekber GKSR

metrotvnews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sebanyak delapan partai politik (parpol) nonparlemen membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) di Jalan H.O.S Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2026. Sekber dibentuk untuk memperjuangkan hilangnya suara pada Pemilu 2024. 

Delapan partai nonparlemen tersebut adalah Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Buruh, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, dan Partai Berkarya.

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO), menegaskan pembentukan Sekber GKSR bukan koalisi politik. Melainkan kerja sama politik yang menjadikan posisi semua pihak setara.

"Kalau koalisi itu ada yang jadi ketua bertanggung jawab dan mempunyai hak veto. Kalau kerja sama politik itu tidak ada hak veto," ujar OSO dalam keterangannya, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurut OSO, melalui kerja sama politik ini, seluruh partai memiliki hak yang sama untuk menyampaikan usulan dan gagasan. Terutama, dalam menyelesaikan persoalan hilangnya suara pemilih dalam Pemilu.

Mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) itu menyoroti besarnya jumlah suara rakyat yang tidak terakomodasi, atau sekitar 17 juta suara tidak terkonversi menjadi kursi di DPR. Angka tersebut, kata OSO, tidak boleh dianggap sepele.

"Satu suara saja enggak boleh hilang, apalagi 17 juta. Ini kalau dibiarkan, bisa menjadi 50 persen," kata OSO.
  Baca Juga:  Prabowo Minta PKB Diawasi, Cak Imin: Itu Cuma Bercanda Biasa

OSO juga mempertanyakan pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas hilangnya suara masyarakat. Pasalnya, pemilih telah datang berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

OSO menambahkan Sekber GKSR mengusung simbol kepalan tangan bersatu. Menurut dia, gerakan ini menjadi wadah bagi suara rakyat yang tidak terwakili di parlemen. 

"Ini satu kekuatan yang mewakili rakyat yang 17 juta suaranya tidak terakomodir. Jangan main-main dengan 17 juta itu. Kalau orang punya perasaan punya hati, pasti dia nggak rela suaranya hilang sampai 17 juta," tegas dia.

Sekber GKSR ini, kata OSO, akan digunakan sebagai tempat merumuskan pandangan partai-partai nonparlemen atas isu-isu terkini. Seperti, Parliamentary Threshold hingga isu penyelenggaraan pilkada langsung atau via DPRD.

"Kita baru resmikan ini, seperti apa sikap Sekber terhadap isu terkini, itu akan didiskusikan secara setara di Sekber. Termasuk menyiapkan langkah dan strateginya," ujar dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Amnesty: Jabatan Presiden Dewan HAM PBB Bergilir, RI Tak Perlu Terlena
• 28 menit laluidntimes.com
thumb
Ini Tabel Pinjaman KUR BRI 500 Juta, Cicilan Ringan hingga 5 Tahun
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Investor Kripto Capai 19,56 Juta Orang, OJK: Transaksi Tembus Rp 482,23 Triliun
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Pramono Perintahkan Pasar Jaya Lakukan Ini
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Awal 2026 Jadi Titik Balik, Saham DADA Melonjak 35%
• 16 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.