Jakarta, VIVA – Kementerian Kebudayaan memberikan apresiasi kepada desa-desa yang dinilai berhasil mengelola kebudayaan sebagai sistem hidup yang memberi dampak sosial, ekologis, dan ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak lima desa terpilih secara resmi menerima penghargaan sebagai desa dengan praktik pemajuan kebudayaan terbaik.
Desa-desa tersebut menjadi bagian dari Program Pemajuan Kebudayaan Desa, sebuah inisiatif strategis yang menegaskan posisi desa sebagai fondasi dan jantung kebudayaan nasional.
Program Pemajuan Kebudayaan Desa sejalan dengan visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berakar pada kemandirian rakyat. Melalui desa budaya, kebudayaan tidak hanya dipahami sebagai identitas, tetapi juga sebagai modal strategis pembangunan.
Berbagai praktik pemajuan kebudayaan yang dikembangkan desa-desa peserta mengangkat tema ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam berbasis adat, hingga pemanfaatan energi terbarukan yang berlandaskan kearifan lokal. Praktik-praktik tersebut menunjukkan kemampuan desa dalam menawarkan solusi konkret terhadap tantangan global melalui pendekatan budaya.
Dengan demikian, Apresiasi Desa Budaya tidak semata menjadi ajang penghargaan kebudayaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat desa sebagai pilar ketahanan pangan, ketahanan ekologis, dan ketahanan sosial bangsa, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang berdaulat, berkelanjutan, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa desa memiliki peran sentral dalam membentuk identitas dan karakter bangsa Indonesia.
"Desa budaya adalah jantung identitas kebudayaan Indonesia. Di desa-desa inilah tradisi, adat istiadat, seni, dan kearifan lokal hidup dan berkembang. Budaya bukan sekadar simbol, melainkan kekuatan hidup yang menyatukan dan membangun karakter bangsa," ujar Fadli Zon.
Ia menambahkan bahwa di tengah arus modernisasi dan globalisasi, desa budaya berperan sebagai benteng peradaban sekaligus ruang inovasi berbasis nilai-nilai lokal. Penguatan desa budaya, menurutnya, hanya dapat terwujud melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menjelaskan bahwa Program Pemajuan Kebudayaan Desa telah dilaksanakan sejak 2021 dan telah menjangkau lebih dari 500 desa di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kerja panjang masyarakat desa.





