Waspada Superflu Masuk Indonesia, Pakar Ingatkan Risiko Komplikasi Berat

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pakar imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) menekankan penguatan surveilans laboratorium dan diagnosis molekuler. Tujuannya untuk deteksi dini varian influenza A H3N2 Subclade K atau superflu di Indonesia guna mencegah risiko komplikasi berat.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

“Virus influenza, khususnya tipe A sangat dinamis. Kemampuannya melakukan reassortment atau penyusunan ulang genetik inilah yang memicu munculnya varian-varian baru yang berpotensi menimbulkan gejala lebih berat bagi individu yang tidak memiliki kekebalan,” kata pakar imunologi Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi Kedokteran FK Unair, dr Agung Dwi Wahyu Widodo, dr, M.Si di Surabaya, Rabu (7/1/2026).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Waspada Superflu, Kenali Gejala dan Pencegahannya
  • Pemprov Jakarta Klaim Belum Temukan Warga Terkena Superflu
  • Mengenal Superflu, Varian Influenza H3N2 yang Mudah Menular

Ia menjelaskan virus influenza A memiliki variasi antigenik tinggi akibat perubahan pada protein permukaan hemaglutinin dan neuraminidase melalui proses antigenic drift, sehingga virus terus berevolusi dan berpotensi meningkatkan tingkat penularan maupun keparahan penyakit. Berdasarkan temuan terkini, varian H3N2 Subclade K telah terdeteksi di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, dengan gejala klinis yang umumnya menyerupai influenza biasa, namun berisiko menimbulkan komplikasi seperti pneumonia pada kelompok rentan.

Menurut dr Agung, penguatan kapasitas laboratorium mikrobiologi klinik menjadi kunci dalam upaya kewaspadaan dini melalui pemeriksaan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebagai standar emas untuk membedakan influenza dari infeksi virus pernapasan lain, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

"Selain surveilans, vaksinasi influenza tahunan tetap diperlukan untuk menekan risiko keparahan penyakit, seiring kemampuan virus influenza yang terus bermutasi dari waktu ke waktu," katanya.

Dia mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, sementara pemberian antivirus seperti oseltamivir dinilai efektif apabila dilakukan dalam waktu kurang dari 48 jam sejak munculnya gejala awal.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamenkes Tegaskan Superflu di Indonesia Masih Aman, Kasus Menurun dalam Dua Bulan Terakhir
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Posisi Cadangan Devisa Akhir 2025 Naik 800 Juta Dolar AS Setahun
• 16 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Eks Gubernur Jepang Diduga Lecehkan Staf Perempuan via Pesan Teks
• 43 menit laluidntimes.com
thumb
Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Beberkan Kondisi Kinerja Keuangan 2025
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Berikan DTH bagi Warga Terdampak Bencana di Taput
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.