Kartu Dibagikan oleh Tuhan

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Dwight D. Eisenhower adalah Presiden ke-34 Amerika Serikat. Saat masih muda, dia sering bermain kartu bersama keluarganya.

Suatu malam setelah makan malam, seperti biasa dia kembali bermain kartu dengan keluarganya. Namun kali ini, peruntungannya benar-benar buruk. Setiap kartu yang fia dapatkan selalu jelek. Pada awalnya fia hanya mengeluh pelan, tetapi lama-kelamaan dia tak sanggup menahan emosi dan akhirnya meluapkan amarahnya.

Melihat itu, sang ibu tak bisa tinggal diam. 

Dengan wajah serius dia berkata: “Kalau kamu memilih bermain kartu, maka kamu harus memainkan kartu yang ada di tanganmu, entah itu kartu bagus atau kartu buruk. Tidak mungkin semua keberuntungan selalu berpihak padamu!”

Eisenhower masih belum sepenuhnya tenang. 

Sang ibu pun melanjutkan:  “Hidup itu sama seperti bermain kartu. Yang membagikan kartu adalah Tuhan. Entah kartu yang kamu terima itu baik atau buruk, kamu tetap harus menerimanya dan menghadapinya. Yang bisa kamu lakukan hanyalah menenangkan hatimu, bersikap serius, lalu memainkan kartu yang ada sebaik mungkin agar hasilnya mendekati sempurna. Hanya dengan cara itulah bermain kartu—dan menjalani hidup—menjadi bermakna.”

Sejak saat itu, Eisenhower selalu mengingat kata-kata ibunya dan menjadikannya sebagai dorongan untuk terus berjuang secara aktif. Selangkah demi selangkah dia maju, menjadi letnan kolonel, kemudian panglima tertinggi pasukan Sekutu, hingga akhirnya menduduki kursi Presiden Amerika Serikat.

Mantan Presiden India, Jawaharlal Nehru juga pernah mengatakan hal serupa: “Hidup itu seperti bermain poker. Kartu yang dibagikan sudah ditentukan, tetapi bagaimana cara memainkannya sepenuhnya bergantung pada kehendak kita sendiri.”

Keadaan yang dihadapi seseorang mungkin tidak selalu bisa diubah dengan kekuatan pribadi. Namun, cara kita menyesuaikan diri dengan keadaan itu sepenuhnya berada dalam kendali kita. Dalam perjalanan hidup, setiap orang pasti akan menemui berbagai masalah dan tidak sedikit kegagalan. Saat menghadapi kesulitan dan kemunduran, meratapi nasib tidak akan menyelesaikan apa pun.

Menata kembali sikap hidup, berani menghadapi tantangan, dan mengerahkan usaha terbaik dalam setiap hal—itulah pilihan paling bijak dalam menjalani kehidupan.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penumpang asal Palembang Beli Seragam Pramugari dan ID Batik Air di Online
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Menteri Haji dan Umrah Cicipi Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji Indonesia
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Di Bawah Pembinaan DPMD, Desa-desa di Pangkep Kian Mandiri dan Berprestasi
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Lobi Prabowo-SBY Bikin Demokrat Ubah Sikap Soal Pilkada? Ini Kata Gerindra
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Kazakhstan Canangkan 2026 Tahun Digitalisasi, Siapkan Kampus Teliti AI
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.