Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo dikatakan akan segera menemui anggota mereka yaitu agen pemegang merek (APM) untuk mulai membahas proyeksi penjualan tahun 2026.
"Data penjualan Desember 2025 masih belum lengkap saat ini, proyeksi 2026 masih akan dibahas dengan anggota," urai singkat Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto kepada kumparan, Selasa (6/1/2026).
Pertemuan tersebut nantinya akan membahas evaluasi kinerja penyaluran kendaraan selama tahun 2025 dan pandangan serta masukan terkait kondisi pasar otomotif nasional saat ini.
Khusus tahun lalu, asosiasi cukup banyak merevisi target penjualan karena reaksi pasar yang melemah. Pada awalnya industri optimistis mampu menembus angka 900 ribu unit, namun jelang akhir 2025 angka diubah menjadi 800 unit hingga akhirnya 780 unit.
Sampai dengan November 2025, distribusi kendaraan dari diler ke konsumen langsung atau ritel jumlahnya 739.977 unit. Hasil itu lebih rendah 8,4 persen dibanding periode Januari-November 2024 yang dapat memperoleh 807.586 unit.
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika sebelumnya pernah menaruh keyakinan bahwa penjualan dapat melampaui target 780 ribu unit atau bahkan mendekati 800 ribu unit sampai bulan Desember 2025 ditutup.
“Ya, dekat-dekat 800 (ribu unit), lah. Diproyeksikan seperti itu, kita berusaha keras,” kata Putu ditemui di Tangerang beberapa waktu lalu.
Penjualan otomotif 2025 Indonesia dibayangi MalaysiaPada saat yang sama, kinerja pasar otomotif domestik turut dibayangi pencapaian Malaysia yang cukup gemilang sepanjang tahun 2025 berjalan. Bahkan, tak sedikit yang memprediksi pasar otomotif Negeri Jiran bakal mengungguli Indonesia.
Malaysian Automotive Assosiation (MAA) merilis data penjualan 11 bulan berjalan tahun ini dengan total 727.836 unit. Hasil itu lebih banyak dibanding perolehan periode bulan serupa di Tanah Air yang jumlahnya 710.084 unit.
Adapun, selama November kemarin Malaysia mampu mendistribusikan kendaraan baru sebanyak 72.509 unit, rinciannya 67.308 unit untuk segmen penumpang dan 5.201 unit segmen komersial.
Disitat Paultan, asosiasi otomotif Malaysia menargetkan total penjualan hingga tahun 2025 usai mencapai 780 ribu unit. Ini serupa dengan proyeksi Gaikindo setelah dua kali alami revisi, yang mana sebelumnya 900 ribu unit.
Dasar revisi proyeksi capaian tersebut karena melihat performa penjualan Januari hingga Oktober kemarin lebih rendah 10 persen dibanding 2024. Bahkan penjualan sepanjang 2025 diprediksi jadi yang paling sedikit sejak 5 tahun terakhir.





