Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026 resmi dibuka di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (6/1/2026).
IDXChannel - Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026 resmi dibuka di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (6/1/2026).
Ajang teknologi terbesar di dunia ini akan berlangsung hingga Jumat dan diikuti ribuan peserta pameran dari lebih dari 155 negara dan wilayah.
Asosiasi Teknologi Konsumen Amerika Serikat (CTA) selaku penyelenggara mencatat, CES 2026 menghadirkan lebih dari 400 sesi konferensi dengan partisipasi sekitar 1.300 pembicara dari berbagai sektor industri teknologi global.
Sejumlah tren utama yang diangkat tahun ini meliputi kecerdasan buatan (AI), kesehatan digital, energi, mobilitas, hingga robotika.
Presiden CTA Kinsey Fabrizio menegaskan CES menjadi wadah penting bagi inovator global untuk membentuk masa depan teknologi.
“CES 2026 adalah tempat para inovator paling berani di dunia berkumpul untuk membentuk masa depan. Dari pidato utama yang visioner hingga peluncuran produk terobosan, CES menyatukan nama-nama terbesar di bidang teknologi, hiburan, dan bisnis global,” ujarnya, dilansir dari Xinhua.
Menjelang pembukaan resmi, acara pratinjau media CES Unveiled menampilkan berbagai inovasi yang diprediksi menjadi gamechanger. Inovasi tersebut mencakup teknologi AI, robotika, hingga otomasi rumah.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Ascentiz, perusahaan rintisan robotika asal China yang didirikan oleh Feng Sha dan Wang Tian. Mereka memperkenalkan sistem eksoskeleton modular yang diklaim sebagai yang pertama di dunia untuk konsumen umum. Berbeda dari eksoskeleton konvensional yang umumnya digunakan di sektor industri dan medis dengan harga di atas USD10.000 setara Rp167,5 juta, produk Ascentiz dibanderol antara USD1.500 (sekitar Rp25,1 juta) hingga USD3.400 (Rp56,95 juta) dan menyasar atlet, penggemar aktivitas luar ruang, serta pengguna lanjut usia.
Teknologi AI dari Kling AI juga mencuri perhatian dengan perangkat pembuatan dan pengeditan video berbasis teks. Platform yang baru diluncurkan 18 bulan lalu itu telah menghasilkan lebih dari 600 juta video dan mencatat pendapatan tahunan di atas USD100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun. Teknologi ini memungkinkan proses editing video dilakukan hanya dengan perintah teks sederhana, sehingga memangkas biaya dan waktu produksi secara signifikan.
Inovasi dari negara lain juga turut meramaikan CES 2026. Perusahaan teknologi kesehatan asal Prancis, Withings, meluncurkan timbangan pintar Body Scan 2 yang mampu mengukur lebih dari 60 indikator kesehatan dalam 90 detik. Dari AS, Tombot memperkenalkan robot anjing Labrador bernama “Jennie” yang dirancang untuk memberikan dukungan emosional bagi lansia dengan demensia dan kondisi terkait.
Selain itu, perusahaan Kanada NuraLogix memamerkan cermin pintar yang mampu menganalisis wajah dalam 30 detik untuk memberikan hingga 100 wawasan kesehatan, termasuk usia jantung dan kesehatan metabolisme.
Dengan ragam inovasi tersebut, CES 2026 diharapkan menjadi panggung kolaborasi global sekaligus etalase teknologi masa depan yang berpotensi menjawab berbagai tantangan dunia. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)





