ACEH TAMIANG, iNews.id – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya menjadi upaya percepatan pemulihan pascabencana, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi warga setempat. Program pembangunan huntara ini membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal yang kehilangan mata pencarian akibat bencana.
Pengawas pekerja huntara Eri Sobirin mengatakan, pembangunan hunian sementara disambut antusias oleh masyarakat. Sebagian besar tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal yang terdampak langsung banjir.
“Alhamdulillah dengan adanya pembangunan Huntara ini, mungkin bisa menyerap tenaga dari apa, penduduk lokal yang kena musibah. Lebih kurang sekitar 80 persenan bantu tenaga yang orang lokal yang kena musibah,” ujar Sobirin saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, pembangunan huntara Aceh Tamiang menjadi angin segar bagi warga yang sebelumnya kehilangan pekerjaan sebab tempat usaha maupun lokasi kerja mereka ikut terdampak banjir.
Sobirin menambahkan, banyak warga setempat yang sempat tidak memiliki penghasilan setelah bencana banjir melanda. Dengan keterlibatan dalam proyek pembangunan huntara Aceh Tamiang, warga kini kembali memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Alhamdulillah dengan adanya pembangunan Huntara ini, mungkin bisa menyerap tenaga dari apa, penduduk lokal yang kena musibah. Lebih kurang sekitar 80 persenan bantu tenaga yang orang lokal yang kena musibah,” katanya.
Selain membuka lapangan kerja, pembangunan huntara Aceh Tamiang juga diharapkan dapat segera memberikan tempat tinggal layak bagi masyarakat terdampak selama masa transisi pemulihan.
“Mudah-mudahan dengan adanya proyek Huntara ini, bisa buat warga setempat ini bisa segera menghuni, karena kasihan juga, saya lihat, di pelosok-pelosok juga masih banyak yang terlantar. Mudah-mudahan kan ini secepatnya, rumah hunian ini bisa ditempati,” ucapnya.
Hunian sementara tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak banjir agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tertata dan aman.
Pembangunan huntara Aceh Tamiang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari MCK, tandon air, musala, tempat wudu dan cuci, jalan pedestrian, drainase, hingga sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) kawasan. Seluruh fasilitas dirancang agar hunian dapat langsung digunakan dan memenuhi kebutuhan dasar para penghuninya.
Original Article


