Pesinetron Anrez Adelio akhirnya buka suara perihal kabar kehamilan seorang perempuan bernama Friceilda Prillea. Perempuan yang akrab disapa Icel itu menuding Anrez tak mau bertanggung jawab atas kehamilannya. Ia juga telah melayangkan laporan polisi atas kasus kekerasan seksual.
Anrez mengaku sudah menunjukkan iktikad baik saat mengetahui kehamilan Icel. Anrez juga memastikan sudah ada kesepakatan dengan Icel. Karena itu Anrez kaget permasalahan ini mencuat ke publik.
"Jauh sebelum kabar tidak mengenakkan ini menjadi konsumsi publik, aku dan keluarga, dan kuasa hukum pasti sudah melakukan hal yang baik gitu loh," ujar Anrez Adelio kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.
"Sudah melakukan semuanya sesuai komunikasi, semuanya kita juga sudah ada kesepakatan," sambungnya.
Anrez Adelio Temui Keluarga IcelAnrez juga mengatakan bahwa saat pertama kali tahu kehamilan Icel, ia langsung berinisiatif bertemu keluarga Icel. Anrez pun tak terima ketika ia dituding tidak bertanggung jawab.
"Yang membuat aku kaget aku dibilang tidak ada iktikad baik, tidak ada pertanggungjawaban padahal aku sudah bertemu sama keluarga, sudah ngobrol. Pun dengan keluarganya sudah ngobrol," ungkap Anrez Adelio.
Anrez dan kuasa hukumnya kini berencana untuk menyampaikan semua fakta dalam masalah ini agar tidak ada lagi pihak-pihak yang menyudutkannya.
Dalam waktu dekat, bintang serial Pacarku Jinny itu akan menggelar jumpa pers terkait kasus yang menjeratnya.
"Aku sudah lakukan yang terbaik. Nanti detailnya pas sekalian aku undang press conference dalam waktu dekat," pungkasnya.
Diketahui, Icel melaporkan Anrez atas pelanggaran pasal di Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Hal itu berkaitan dengan kondisi kehamilannya yang sudah menginjak delapan bulan.
Icel melaporkan Anrez ke Polda Metro Jaya atas TPKS dengan nomor laporan LP/B/9510/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Icel dikabarkan juga akan menuntut hubungan keperdataan antara sang anak dengan Anrez Adelio sebagai ayah biologisnya. Hal ini mencakup hak perwalian hingga hak waris di masa depan.



