Perang Harga EV China Tak Terbendung, Produsen Obok-obok Harga di Awal 2026

viva.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

China, VIVA - Perang harga mobil listrik di China belum juga mereda. Memasuki awal 2026, para produsen kembali mengobral diskon besar dan menawarkan cicilan super ringan, meski pemerintah setempat sudah berulang kali meminta persaingan harga dikendalikan.

Langkah ini terjadi karena penjualan mobil listrik di China mulai melambat. Pasarnya sudah sangat besar, tapi pertumbuhannya tak sekencang beberapa tahun lalu. Akibatnya, pabrikan terpaksa banting harga demi menjaga penjualan dan kelangsungan bisnis.

Baca Juga :
Dongkrak Harga di Pasar Global, Bahlil Bakal Pangkas Produksi Batu Bara di 2026
Diskon PLN 50 Persen Resmi Berlaku di Januari 2026, Cek Syarat Lengkapnya di Sini! 

Dilansir VIVA Otomotif dari SCMP, Kamis 8 Januari 2026, salah satu contoh paling mencolok datang dari BMW. Pabrikan asal Jerman itu memangkas harga sedan listrik mewah BMW i7 M70L hingga lebih dari 300 ribu yuan, atau setara sekitar Rp 720 jutaan. Dengan potongan tersebut, harga i7 M70L kini berada di bawah 1,6 juta yuan, atau kira-kira Rp 3,8 miliar.

Tak cuma itu, BMW juga menurunkan harga beberapa mobil listrik lainnya serta mobil bermesin bensin dengan potongan minimal 10 persen. Potongan seperti ini tergolong tidak biasa, terutama untuk merek premium.

Selain BMW, Xiaomi juga ikut memanaskan persaingan. Perusahaan yang dikenal sebagai produsen smartphone ini menawarkan promo menarik untuk SUV listrik perdananya, Xiaomi YU7. Konsumen bisa menikmati cicilan 0 persen hingga tiga tahun dalam program promo terbatas.

Pendiri Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada Juni 2025, lebih dari 150 ribu unit Xiaomi YU7 sudah dikirim ke konsumen. Angka ini terbilang tinggi untuk model mobil listrik pertama dari sebuah perusahaan teknologi.

Menurut analis otomotif dari AlixPartners, Zhang Yichao, kondisi ini sebenarnya sudah bisa diprediksi. Ia menilai perang harga mobil listrik di China masih akan berlangsung satu sampai dua tahun ke depan. Penyebabnya, tingkat penggunaan mobil listrik memang tinggi, tapi laju pertumbuhan penjualannya mulai melambat.

Data Asosiasi Mobil Penumpang China mencatat, mobil energi baru termasuk mobil listrik murni dan hybrid menguasai 59,3 persen penjualan mobil penumpang pada November 2025. Angka tersebut naik dibanding tahun sebelumnya, namun kenaikannya tidak sebesar tahun 2024.

Bagi konsumen, situasi ini jelas menguntungkan karena harga mobil listrik jadi makin terjangkau dan pilihannya semakin banyak. Namun bagi pabrikan, perang harga seperti ini bisa menjadi pedang bermata dua karena keuntungan semakin tertekan.

Baca Juga :
Bahlil Bakal Beri Diskon Tarif Listrik Bagi Warga Terdampak Bencana Sumatera
Harga Emas Hari Ini 8 Januari 2026, Produk Antam Melorot, Global Kinclong
Harga Cabai, Telur, dan Daging Ayam Turun Lagi, Cek Daftar Lengkapnya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PBSI Tekankan Disiplin dan Konsistensi Menuju Olimpiade 2028
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Cara Cek Nomor AXIS Terbaru, Cepat dan Praktis Tanpa Pulsa
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Operasi Pencarian Anak Pelatih Valencia Diperpanjang Dua Hari
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Demo Kantor Pemkot Tangsel, BEM UMJ Tuntut Transpransi Pengelolaan Sampah
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Presiden Prabowo Terharu Rakyat Indonesia Bahagia, Negara Lain Bingung
• 16 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.